Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Lonjakan harga aspal hingga hampir 20 persen imbas terganggunya arus perdagangan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada rencana perbaikan jalan di Ponorogo.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kini harus menghitung ulang anggaran dan target pekerjaan, karena kenaikan bahan baku berpotensi memangkas panjang ruas jalan yang akan diperbaiki.
“Jumat, 10 April 2026 lalu kan Pertamina rilis harga aspal terbaru. Tentu berpengaruh terhadap jalan yang akan diperbaiki,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Jamus Kunto Purnomo , Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Bunda Lisdyarita Geram Temukan Tumpukan Rongsok hingga Tempat Sampah Alun-alun Ponorogo Hilang
Dia menjelaskan rilis Pertamina tentang harga aspal jenis curah dari refinery unit IV Cilacap misalnya, menjadi Rp 11.565 per kilogram melonjak dari Rp 9.400 per kilogram Maret lalu.
Serupa jenis aspal kemasan drum eks Gresik. dari Rp 11.600 per kilogram menjadi Rp 13.600 per kilogram.
“Hal itu menjadi acuan kami. Setelah tahu harga aspal, kami tentu menghitung ulang RAB (Rencana Anggaran Biaya) perbaikan jalan,” ujarnya.
Jamus menegaskan bahwa naiknya harga aspal mau tidak mau memang berpengaruh capaian panjang jalan yang akan diperbaiki oleh Pemkab Ponorogo.
“Nah, khususnya untuk capaian, terutama yang seperti di DAK ini, kami harus konsultasikan lagi dengan tim DAK yang dari kementerian. Karena ini kan mempengaruhi target-target penanganan,” katanya
Jamus mencontohkan, misal dalam satu ruas jalan awalnya direncanakan akan diperbaiki 10 kilo meter sesuai harga aspal yang lama. Namun kemudian ada kenaikan harga aspal,
“Kenaikan harga aspal berapapun tentu tetap akan ada pengaruh signifikan kepada capaian target pengasalan kan. Enggak mungkin kita, misalnya, kita mau ngaspal 10 km, kemudian karena ini enggak nutut. Akhirnya, kita sempitkan,” terangnya.
Sehinggq, mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengaku harus realistis. Dimana panjang jalan akan dikepras mengikuti kenaikan harga aspal.
“Enggak mungkin saya mengurangi lebarnya agar supaya panjangnya tetap kan? Enggak mungkin ya tapi tetap ada beberapa penyesuaian, terutama terkait capaian itu,” paparnya.
Baca juga: Sidang Kedua Bupati Ponorogo Non Aktif Sugiri Sancoko, Kuasa Hukum Soroti Error in Persona
Dia menambahkan meski mahal, namun pihaknya memastikan tak ada penurunan kualitas dalam pekerjaan kelak. Pun, rencananya Mei nanti pekerjaan perbaikan jalan bakal dimulai kembali. Berasal dari berbagai sumber, Pemkab Ponorogo siapkan Rp 103 miliar overlay ulang ruas-ruas rusak.
Salah satu warga Ponorogo, Sugeng Hariyanto berharap untuk perbaikan jalan segera terwujud. Terutama di jalan-jalan utama di Bumi Reog.
“Semoga segera diperbaiki. Ya seperti Jalan Batoro Katong, Gajah Mada juga,” pungkasnya.