Iran Siap Perang Lawan AS dan Israel, Mojtaba Khamenei Klaim Militer Makin Solid
Pipit Maulidya April 19, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan pernyataan tegas yang ditujukan kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Di tengah masa gencatan senjata yang rapuh, Iran menegaskan kesiapan militernya untuk menghadapi segala bentuk ancaman luar.

Dalam pesan resminya bertepatan dengan peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran, Mojtaba menyatakan bahwa kekuatan militer Teheran, khususnya angkatan laut, berada dalam kondisi siaga tertinggi.

Baca juga: Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata Sementara: Konflik Harus Berakhir Selamanya

Kesiapan Tempur

Mojtaba Khamenei, yang kini tampil ke publik setelah wafatnya Ali Khamenei pada Februari lalu, menekankan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menghancurkan dominasi musuh di wilayah perairan strategis.

“Seperti drone Iran yang menyerang cepat, angkatan laut kami juga siap memberikan kekalahan baru kepada musuh,” tegas Mojtaba dalam kanal resmi pemerintah.

Ia menambahkan bahwa angkatan laut Iran saat ini mampu memberikan kekalahan pahit bagi pihak manapun yang mencoba mengganggu kedaulatan negara tersebut.

Respons Donald Trump

Pernyataan keras dari Teheran ini berbanding terbalik dengan penilaian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam keterangannya, Trump justru meremehkan kekuatan pertahanan Iran yang dianggapnya sudah jauh berkurang.

Kekuatan militer Iran disebut telah melemah secara signifikan.

Trump mengklaim bahwa armada laut Iran telah mengalami kehancuran yang parah akibat konflik sebelumnya.

Namun, pihak Iran membantah narasi tersebut dengan memuji keberanian Angkatan Darat mereka yang berhasil bertahan dalam apa yang mereka sebut sebagai perang yang dipaksakan selama 40 hari terakhir.

Kunci Kekuatan Iran

Mojtaba Khamenei mengungkapkan bahwa rahasia ketangguhan Iran bukan hanya terletak pada senjata, melainkan pada sinergi antara militer dan masyarakat.

Ada tiga poin utama yang menjadi fondasi kekuatan mereka:

  • Keterlibatan rakyat dianggap sebagai pelindung utama militer.
  • Koordinasi antara Angkatan Darat dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kini semakin terintegrasi.
  • Penggunaan drone presisi memberikan keunggulan taktis dalam serangan cepat.

“Kekuatan militer kami berdiri kokoh dengan dukungan rakyat dan mampu memberikan respons tegas terhadap agresi,” ujarnya, mengutip dari Free Press Journal.

Strategi Iran

Sejumlah analis menilai pernyataan Mojtaba ini sebagai bagian dari strategi daya gentar (deterrence).

Dengan menonjolkan kekuatan drone dan pertahanan berlapis, Iran berupaya mengirim pesan kepada dunia bahwa mereka tetap memiliki taring meski di bawah tekanan ekonomi dan militer yang berat.

Langkah ini juga dipandang sebagai instrumen politik untuk memperkuat posisi tawar Teheran dalam negosiasi internasional serta menjaga pengaruh mereka di kawasan Timur Tengah yang terus bergejolak.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.