Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurahman
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti penggunaan Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) peninggalan Ridwan Kamil yang disewakan ke Satuan Pelayanan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Banjar.
Dikatakan Dedi, pihaknya akan menelusuri lebih dulu status kepemilikan kendaraan tersebut, apakah merupakan hibah kepada desa atau bukan. Hal itu menjadi dasar penilaian terhadap pemanfaatannya.
“Nanti saya pelajari dulu, Maskara itu hibah atau bukan. Kalau hibah, kemudian disewakan dan uangnya masuk ke kas desa, tidak apa-apa,” ujar Dedi, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).
Dedi menjelaskan, jika kendaraan tersebut sudah menjadi aset desa, maka pemanfaatannya menjadi kewenangan pemerintah desa, termasuk untuk disewakan selama tidak melanggar aturan.
Menurut Dedi, kondisi kendaraan juga menjadi pertimbangan. Dedi menyebut, tidak menutup kemungkinan mobil Maskara sudah tidak lagi optimal digunakan sesuai fungsi awalnya.
“Bisa jadi mobilnya itu ketika jadi Maskara tidak lagi berfungsi dengan baik,” katanya.
Baca juga: Camat Kalipucang Sebut Bantuan Mobil Maskara Cukup Membantu, Namun Harus Dievaluasi
Daripada tidak digunakan, kata Dedi, pemanfaatan melalui penyewaan dinilai lebih bermanfaat, terutama jika tetap menghasilkan pemasukan bagi desa.
“Daripada nganggur, kemudian pajaknya harus dibayar atau BBM-nya harus dibayar,” ucapnya.
Dedi menegaskan, kunci dari pemanfaatan tersebut adalah transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Selama hasil penyewaan tercatat dan masuk ke kas desa, penggunaan Maskara tidak menjadi persoalan.
“Selama uangnya transparan dan masuk ke kas desa, tidak masalah,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) menjadi salah satu motivasi peningkatan strata desa di Jawa Barat. Pemprov Jabar memberikan Maskara terhadap desa-desa yang bisa menunjukkan gerak peningkatan strata dari desa berkembang hingga desa mandiri.
Di masa kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Jabar, Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum hingga awal 2023, Pemdaprov Jabar sudah mendistribusikan 398 unit Maskara ke desa-desa berstrata mandiri.
Dilansir dari bskdn.kemendagri.go.id, Maskara merupakan inovasi kendaraan multifungsi berbasis mobil minibus yang dimodifikasi secara teknis untuk menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat di wilayah perdesaan.
Inovasi ini dirancang untuk mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat, mengatasi keterbatasan infrastruktur di desa, serta mendukung promosi potensi lokal dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai alat kerja multifungsi, rancang bangun MASKARA dirancang dengan pendekatan fleksibilitas, portabilitas, dan keberfungsian ganda dalam satu unit kendaraan.
Secara struktural, MASKARA menggunakan platform kendaraan minibus yang dimodifikasi pada sisi interior dan eksteriornya. Modifikasi interior dilakukan agar ruang di dalam kendaraan dapat difungsikan untuk berbagai keperluan seperti tempat layanan administrasi keliling, ruang diskusi kecil, area sosialisasi, dan promosi produk unggulan desa.
Interiornya dilengkapi dengan meja lipat multifungsi, bangku portabel, serta lemari penyimpanan peralatan dan dokumen. Selain itu, tersedia pula perangkat audio-visual yang terdiri dari TV LED, speaker aktif, proyektor, dan layar gulung portabel yang dapat digunakan untuk keperluan sosialisasi atau edukasi di ruang terbuka.
Rancang bangun ini juga memperhatikan aspek teknis kelistrikan yang memungkinkan MASKARA beroperasi di lokasi tanpa sambungan listrik. Sistem kelistrikan disuplai oleh genset portabel dan inverter sehingga memungkinkan penggunaan perangkat audio-visual, penerangan, serta pengisian daya perangkat elektronik lainnya secara mandiri. Panel distribusi listrik dan sakelar pengaman juga disediakan untuk memastikan keamanan saat beroperasi di lapangan.
Di bagian belakang kendaraan, disediakan ruang bongkar-muat dan penyimpanan logistik. Area ini dapat menampung peralatan pendukung seperti tenda lipat, kursi portabel, spanduk promosi, meja display produk UMKM, hingga perlengkapan pelatihan masyarakat. Kendaraan juga dapat berfungsi sebagai panggung kecil dalam kegiatan hiburan atau penyuluhan masyarakat, tergantung konfigurasi dan kebutuhan desa masing-masing.
Eksterior kendaraan didesain agar mencerminkan identitas program dan pemerintah daerah. Branding kendaraan meliputi logo Pemerintah Provinsi Jawa Barat, nama program MASKARA, serta ruang personalisasi bagi desa penerima seperti lambang desa atau identitas lokal lainnya.
Selain fungsi simbolik, desain luar juga mempertimbangkan daya tarik visual agar kendaraan mudah dikenali oleh masyarakat saat beroperasi.
MASKARA mengedepankan prinsip efisiensi dan integrasi. Alih-alih mengandalkan banyak perangkat terpisah, MASKARA menyatukan berbagai fungsi pelayanan dalam satu kendaraan terstandar. Hal ini mempermudah pelaksanaan kegiatan jemput bola oleh aparatur desa, seperti perekaman data kependudukan, pelayanan sosial, kampanye kesehatan, penyuluhan pertanian, hingga promosi wisata desa.
Penggunaan MASKARA juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat karena inovasi ini mampu hadir langsung di tengah komunitas desa, terutama di lokasi terpencil.
Dari sisi keberlanjutan, MASKARA dapat direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan kebutuhan lokal dan karakteristik wilayah. Rancang bangunnya juga membuka ruang modifikasi lanjutan, baik dari sisi teknologi (misalnya penambahan panel surya atau internet portable), maupun dari sisi fungsi (misalnya untuk perpustakaan keliling, layanan kesehatan keliling, atau pusat informasi bencana).
Dengan pendekatan desain yang kolaboratif, adaptif, dan berbasis kebutuhan lapangan, MASKARA tidak hanya menjadi alat bantu operasional, melainkan simbol transformasi pelayanan publik berbasis inovasi. MASKARA menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berbasis digital; pendekatan teknis sederhana namun terintegrasi seperti ini dapat memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan di tingkat desa.
Tujuan
Inovasi MASKARA bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan pelayanan yang mobile, adaptif, dan partisipatif. Tujuan utama inovasi ini adalah sebagai berikut:
Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Publik
MASKARA mampu menjangkau wilayah-wilayah desa dengan medan geografis yang sulit atau belum memiliki infrastruktur layanan publik memadai. Masyarakat kini tidak perlu pergi jauh ke pusat pemerintahan desa atau kecamatan untuk memperoleh pelayanan dasar.
Efisiensi Waktu dan Biaya Operasional
Dengan memobilisasi layanan dalam satu unit kendaraan multifungsi, pemerintah desa atau kabupaten dapat menghemat biaya pengadaan infrastruktur fisik serta mengurangi waktu tempuh dalam memberikan layanan langsung kepada warga.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Program Pemerintah
Kehadiran MASKARA dalam kegiatan sosial, edukatif, dan promosi desa telah terbukti meningkatkan keterlibatan warga, karena pendekatan yang komunikatif dan langsung menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Penguatan Identitas dan Citra Desa Inovatif
Desa yang menggunakan MASKARA menunjukkan citra sebagai desa yang aktif, adaptif, dan mampu menerapkan teknologi serta inovasi dalam mendekatkan pelayanan. Hal ini meningkatkan kepercayaan warga serta daya tarik desa bagi mitra pembangunan, investor lokal, dan wisatawan.
Pemanfaatan Teknologi dan Media Informasi
MASKARA dilengkapi dengan fasilitas audio-visual dan kelistrikan mandiri, memungkinkan pelaksanaan sosialisasi berbasis multimedia yang lebih menarik dan interaktif. Hal ini berdampak pada peningkatan efektivitas penyampaian informasi pemerintah.
Media Promosi Produk dan Potensi Lokal Desa
MASKARA berfungsi sebagai etalase berjalan yang menampilkan produk unggulan desa, hasil pertanian, kerajinan, UMKM, dan destinasi wisata lokal. Hal ini memberikan peluang promosi yang lebih luas tanpa biaya promosi yang besar.
Peningkatan Kualitas Hubungan antara Pemerintah dan Masyarakat
Dengan pendekatan “jemput bola”, MASKARA memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat desa, meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah, dan membangun komunikasi dua arah yang lebih terbuka.
Replikasi dan Inspirasi bagi Inovasi Lain
MASKARA telah menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam mengembangkan pendekatan serupa, baik dalam bentuk kendaraan layanan keliling, media promosi desa, maupun inovasi pelayanan publik berbasis wilayah.