Pemprov Sulawesi Tenggara Usul Perbaikan 141 SMA, SMK, SLB, Penentuan Sesuai Data Kerusakan Sekolah
Sitti Nurmalasari April 15, 2026 05:46 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengusulkan perbaikan 141 sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2026. 

Sekolah yang diusulkan terdiri dari 60 Sekolah Menengah Atas (SMA), 33 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 48 Sekolah Luar Biasa (SLB).

Usulan tersebut berasal dari 17 kabupaten dan kota di Sultra, yakni Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan.

Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, Wakatobi, Kota Kendari, serta Baubau.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Suhaeny, mengatakan pengusulan dilakukan melalui sistem revitalisasi sekolah nasional di laman revit.kemendikdasmen.go.id yang terhubung dengan data pendidikan.

Baca juga: Selain Pejabat Eselon, Gubernur ASR Bakal Seleksi Langsung Kepala SMA, SMK, SLB di Sulawesi Tenggara

Menurutnya, pemerintah daerah tidak menentukan langsung sekolah yang akan direvitalisasi. 

Sistem akan menyeleksi berdasarkan tingkat kerusakan bangunan yang tercatat dalam data sekolah.

“Sistem tersebut memprioritaskan sekolah dengan kondisi kerusakan tinggi. Semakin besar tingkat kerusakan bangunan, semakin besar peluang sekolah tersebut dipilih untuk mendapatkan bantuan revitalisasi,” kata Suhaeny saat ditemui di Kantor Dikbud Sultra, Rabu (15/4/2026).

Ia menyampaikan data kondisi sekolah diinput langsung oleh masing-masing satuan pendidikan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Informasi yang diperbarui mencakup jumlah siswa, tenaga pendidik, serta kondisi sarana prasarana seperti ruang kelas dan fasilitas belajar.

Baca juga: TPG dan Gaji ke-13 ASN Guru SMA, SMK, SLB di Sulawesi Tenggara Cair, Total Anggaran Rp63 Miliar

Selain itu, sekolah juga harus melengkapi sejumlah dokumen teknis dalam proses pengusulan, seperti foto bangunan dengan geotagging, rencana anggaran biaya, dan dokumen kepemilikan tanah.

“Untuk jumlah anggarannya kita belum tahu. Namun, nanti setelah ada dananya, kita akan langsung hibahkan kepada sekolah penerima untuk melaksanakan pembangunan atau perbaikan fasilitas secara mandiri,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, mengatakan program revitalisasi mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, sanitasi, serta fasilitas pendukung lain yang sudah tidak layak.

Sarana pendidikan ini penting untuk mendukung proses belajar yang aman dan nyaman bagi siswa di Sulawesi Tenggara.

Pada pelaksanaan 2026, revitalisasi sekolah diprioritaskan bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Baca juga: 243 Pelajar SMA Ikut Seleksi Paskibraka 2026 Tingkat Kota Kendari, Ada TWK, Tes Kesehatan hingga PBB

Khususnya daerah kepulauan, untuk mendorong pemerataan layanan pendidikan di seluruh daerah.

"Usulan ini sudah saya sampaikan langsung kepada Mendikdasmen dan mendapat respons positif. Harapannya, semakin banyak sekolah yang dapat direnovasi, dan kualitas pendidikan di Sultra juga terus meningkat,” tuturnya beberapa waktu lalu. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.