Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Kepala SDN 47 Rejang Lebong, Ngatimin, menyampaikan bahwa dugaan bullying yang dialami tiga siswa telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi yang juga melibatkan pihak Polsek Bermani Ulu.
Ia menuturkan, proses mediasi sudah dilakukan sejak Selasa (14/4/2026).
“Sudah diselesaikan secara mediasi, dibantu oleh Polsek Bermani Ulu,” ungkap Ngatimin kepada wartawan TribunBengkulu.com, Rabu (15/4/2026).
Ngatimin mengaku pihak sekolah tidak mengetahui adanya dugaan kejadian yang disebut sudah berlangsung sejak Maret 2026.
Menurutnya, tidak ada laporan yang masuk ke pihak sekolah terkait dugaan bullying tersebut.
Padahal biasanya, jika terjadi perkelahian atau kejadian lainnya, siswa akan langsung melapor kepada guru.
“Kalau dari Maret kami tidak tahu, karena tidak ada yang melapor. Kalau ada laporan tentu langsung kita tindaklanjuti,” jelasnya.
Setelah kasus ini mencuat, pihak sekolah bersama orang tua dan pihak terkait kemudian melakukan mediasi.
Hasilnya, permasalahan diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan.
“Dari pihak sekolah kita mengupayakan menyelesaikan kejadian itu secara kekeluargaan dengan mediasi,” kata Ngatimin.
Terkait sanksi terhadap para terduga pelaku, pihak sekolah memutuskan memberikan pembinaan, bukan sanksi berat.
Para terduga pelaku diketahui berjumlah lebih dari satu orang dan masih berstatus pelajar yang sama dengan para korban. Sebagian besar merupakan siswa kelas VI serta berasal dari Desa Sumberejo Transad dan sekitarnya.
Kebijakan tersebut diambil karena seluruh siswa yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur dan dalam waktu dekat akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Sanksinya berupa pembinaan, mengingat anak-anak tersebut juga akan melaksanakan TKA dalam waktu dekat,” ujar Ngatimin.
Pihak sekolah juga telah melakukan pendekatan terhadap tiga siswa korban.
Ketiganya disebut akan kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Selain itu, sekolah berkomitmen meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kedepan kita akan mewanti-wanti kejadian seperti ini. Selain pembelajaran, pengawasan juga akan ditingkatkan,” tutupnya.