TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Karya ogoh-ogoh bertajuk “Tugu Mayang” berhasil meraih Juara I dalam Lomba Ogoh-Ogoh Tingkat Kabupaten Gianyar yang digelar Pemerintah Kabupaten Gianyar serangkaian HUT Kota Gianyar, yang berlangsung di Alun-Alun Kota Gianyar, Bali. Penilaian dilakukan, Selasa 14 April 2026.
Karya tersebut diusung oleh ST Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud dengan perolehan nilai tertinggi, yakni 268.
Posisi Juara II diraih ST Eka Susila Banjar Buda Ireng, Desa Adat Batuyang, Sukawati dengan nilai 258.
Sementara Juara III diraih ST Giri Manila Sari Banjar Susut, Desa Adat Susut, Payangan dengan nilai 240.
Baca juga: Ogoh-ogoh Buta Sigug Sudah di Alun-alun, Sempat “Istirahat di RSUD Payangan Antisipasi Kemacetan
Adapun peringkat berikutnya ditempati oleh ST Rama Sita Banjar Sanding Bitra, Desa Adat Sanding, Tampaksiring, disusul ST Satria Pajarakan Banjar Triwangsa, Desa Adat Keliki, Tegallalang, lalu ST Abdi Pertiwi Mandala Banjar Gelgel, Desa Adat Keramas, Blahbatuh, serta ST. Sekar Jaya Banjar Serongga Tengah, Desa Adat Serongga, Gianyar.
Sebagai bentuk apresiasi, Juara I memperoleh hadiah Rp 50 juta, Juara II Rp 40 juta, dan Juara III Rp 30 juta.
Di sisi lain, juara harapan mendapatkan hadiah mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.
Beragam karya yang ditampilkan mencerminkan kreativitas dan inovasi tinggi para peserta, sekaligus mengangkat nilai filosofis dalam tradisi ogoh-ogoh di masing-masing wilayah.
Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari seniman, akademisi, dan praktisi budaya dengan kriteria meliputi tema, sinopsis, karakter, inovasi, serta rancang bangun.
Proses penilaian dilakukan secara langsung di lokasi dengan mengamati detail karya dan penyajian peserta.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, Rabu 15 April 2026 mengatakan, lomba ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas seni berbasis nilai budaya lokal.
“Pemerintah Kabupaten Gianyar, dalam hal ini Bapak Bupati Gianyar, memberikan ruang kepada insan penggiat seni untuk menuangkan kreasi dan inovasi untuk dipertunjukkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pekan Budaya Gianyar telah dimulai sejak 1 April 2026 dan akan mencapai puncaknya pada 19 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Gianyar ke-255.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga Pertiwi Gianyar sebagai pusat peradaban seni budaya,” tambahnya.
Sementara itu, melalui Dinas Kebudayaan, kegiatan ini disebut tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian seni dan budaya Bali, khususnya dalam pengembangan ogoh-ogoh sebagai warisan tradisi yang terus berkembang.
Partisipasi generasi muda dalam lomba ini dinilai menunjukkan komitmen kuat masyarakat Gianyar dalam menjaga nilai budaya sekaligus mendorong inovasi seni rupa tradisional.
Sebagai rangkaian lanjutan, kegiatan ini akan ditutup dengan Parade Ogoh-ogoh Tingkat Kabupaten yang digelar pada Jumat 17 April 2026 di Open Stage Balai Budaya Gianyar.
Parade ini menjadi bagian dari Pawai Budaya yang menampilkan kekayaan seni dan kearifan lokal dari tujuh kecamatan se-Kabupaten Gianyar. (*)