Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz Dipertanyakan, Kapal Iran Terdeteksi Lolos Melintas
Agilio OktoViasta April 15, 2026 06:42 PM

Kedua pihak kini menjalani gencatan senjata dua pekan yang dijadwalkan berakhir 21 April.

Dikutip dari New York Times, beberapa kapal tetap melintas pada hari pertama blokade, menurut data perusahaan analisis perdagangan Kpler.

Kapal-kapal itu berasal dari Iran, membawa produk Iran, atau terkait sanksi pemerintah AS.

Belum jelas apakah kapal tersebut mendapat izin, memanfaatkan masa tenggang, atau lolos dari pengawasan.

Kapal kargo Christianna berbendera Liberia keluar dari Teluk Persia melalui selat pada Senin malam.

Data menunjukkan kapal itu berangkat dari Bandar Imam Khomeini di Iran tanpa membawa muatan.

Kapal Elpis melintasi selat saat blokade mulai diberlakukan berdasarkan data pelacakan.

Kapal itu sebelumnya berada di pelabuhan Bushehr, Iran.

AS pernah menjatuhkan sanksi pada kapal itu saat masih bernama Chamtang.

Data Bloomberg dan Vesselfinder juga mencatat aktivitas kapal lain di sekitar selat.

Kapal tanker Murlikishan memasuki Teluk Persia pada Selasa pagi.

Kapal itu sebelumnya berada di Fujairah, Uni Emirat Arab.

Murlikishan tidak membawa muatan dan pernah dikenai sanksi dengan nama lama MKA.

Kapal Manali berbendera Panama juga keluar dari Teluk Persia pada Selasa pagi.

Kapal tersebut tidak terdeteksi berada di bawah sanksi atau terkait pelabuhan Iran.

Sebagian kapal terlihat tertahan sementara akibat kebijakan blokade tersebut.

Dua kapal yang mendekati selat sempat berbalik arah sebelum aturan diberlakukan.

Kapal Guan Yuan Fu Xing mendadak putar balik di dekat selat saat berlayar dari Oman.

Hingga Selasa, kapal itu masih berada di perairan Teluk Oman.

Kapal tanker Rich Starry juga berbalik arah saat mendekati selat sebelum batas waktu.

Beberapa jam kemudian, kapal itu kembali menuju selat dan keluar dari teluk.

Kapal tersebut sebelumnya bernama Full Star dan masuk daftar hitam AS sejak 2023.


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.