Fenomena El Nino Picu Musim Kering Lebih Panjang di Riau
Muhammad Ridho April 15, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi musim kering yang lebih panjang di wilayah Riau seiring munculnya fenomena El Nino dalam waktu dekat.

Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi karena berpotensi memperparah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto menjelaskan, El Nino merupakan fenomena iklim global yang dipicu oleh perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik.

Menurutnya, saat El Nino terjadi, suhu permukaan laut di wilayah Indonesia cenderung lebih dingin dibandingkan di Pasifik tengah.

Kondisi ini menyebabkan pergerakan massa udara dan awan hujan bergeser ke wilayah Pasifik tengah.

"Akibatnya, potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia menjadi berkurang karena tertarik ke wilayah Pasifik tengah," jelasnya kepada Tribun, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: El Nino Super Mengintai Termasuk di Riau, Ancaman Karhutla Diprediksi Lebih Dahsyat dari 1998

Dampak dari fenomena tersebut, kata Bibin, adalah berkurangnya intensitas hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Riau.

Kondisi ini membuat wilayah Indonesia menjadi lebih kering dari biasanya, terutama saat memasuki puncak musim kemarau.

Ia menyebut, siklus El Nino bukanlah fenomena tahunan, melainkan terjadi dalam rentang waktu tertentu, yakni sekitar dua hingga tujuh tahun sekali.

"Durasi kemunculannya juga fluktuatif, bisa berlangsung dalam waktu beberapa bulan hingga lebih lama tergantung kondisi global," ujarnya.

Dengan potensi cuaca yang lebih kering, BMKG mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.

( Tribunpekanbaru.com/Alexander)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.