2 Dekade Jadi Penyanyi, Astrid Nyaris Kewalahan Rilis Album Baru di Era Serba Digital
Achmad Maudhody April 15, 2026 08:46 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - 2 dekade jadi penyanyi, Astrid beber tantangan rilis album baru di 2026.

Nama Astrid sudah tak asing di industri musik tanah air.

Ia memulai karier sebagai penyanyi sejak 2004.

Kala itu, album perdana miliknya menggunakan namanya sendiri.

Namanya semakin naik daun lewat popularitas lagu berjudul 'Jadikan Aku yang Ke-2'.

Tak cuma album solo, Astrid juga dikenal sukses sebagai penyanyi soundtrack film.

Sebut saja original soundtrack (OST) Film Tusuk Jelangkung, Badai Pasti Berlalu dan banyak lagi.

Meski begitu, ambisi Astrid di industri musik belum habis. Ia merilis album baru di Tahun 2026.

Album terbaru Astrid berjudul Aku dan Cahaya.

Sebagai penyanyi yang terhitung cukup senior, Astrid mengaku nyaris kewalahan kala bersiap merilis album baru di era serba digital saat ini.

“Tidak mudah ya, ini sudah 20 tahun lebih. Alhamdulillah ternyata sampai sekarang pun masih banyak yang mendengarkan lagu-laguku walaupun lagu itu sudah belasan tahun lalu dirilisnya,” ujar Astrid di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (15/4/2016).

Menurutnya, hal tersebut menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan tetap konsisten di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Ya itu mungkin yang membuat aku semangat terus untuk berkarya, mencoba untuk pasti konsisten dengan maraknya teknologi digital dan sebagainya,” lanjutnya.

Baca juga: Boyong 6 Anak ke Pengadilan Militer, Zaskia Adya Mecca Rekam Situasi di Ruang Sidang

Namun, Astrid tak menampik bahwa perubahan dari era lama ke era digital menjadi tantangan tersendiri.

Ia harus beradaptasi dengan sistem industri musik yang kini jauh berbeda dibanding saat dirinya memulai karier.

“Memang ini sesuatu yang baru buat aku, yang tidak ada di era dulu. Dulu di major label, sekarang independen,” jelasnya.

Perubahan tersebut membuat Astrid harus mempelajari banyak hal baru, mulai dari produksi hingga strategi pemasaran karya.

“Banyak sekali belajarnya dan banyak sekali liku-likunya. Karena beberapa tahun terakhir ini aku berusaha sekali bagaimana caranya masih bisa terus berkarya dan karya ini didengarkan sama banyak orang,” ungkapnya.

“Sekarang semuanya social media. Kalau dulu rilis single itu pasti banyak yang dengar, radio muter, ada MTV, jadi nasional,” tuturnya.

Berbeda dengan saat ini, di mana distribusi musik tidak lagi terpusat dan persaingan semakin ketat.

“Sekarang tidak seperti itu, karena semua orang bisa bikin lagu dari kamar tidur, dirilis kapan saja. Jadi tantangannya bagaimana lagu kita bisa sampai ke hati orang,” katanya.

Selain itu, peralihan dari musisi yang berada di bawah naungan label besar ke jalur independen juga menjadi tantangan besar bagi Astrid. 

“Semua harus dipikirkan sendiri, dari karyanya, cara masarinnya, campaign di social media supaya orang-orang mendengarkan lagu kita,” pungkas Astrid.

Tancap Gas, Astrid Rekam 6 Lagu dalam 4 Jam

Penyanyi Astrid membagikan cerita mengejutkan di balik proses produksi album terbarunya bertajuk Aku dan Cahaya.

Dalam waktu terbatas, Astrid mengaku harus menuntaskan rekaman empat lagu hanya dalam satu hari.

Bahkan, proses tersebut hanya memakan waktu sekitar enam jam saja.

“Ini menarik sekali, karena dalam dua minggu itu tantangannya sangat besar. Saya rekaman 4 lagu baru ini hanya dalam satu hari lho, 6 jam saja!” ujar Astrid dalam jumpa persnya di KFC Kemang Raya, Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (15/4/2026).

Album Aku dan Cahaya menjadi tonggak baru dalam perjalanan karier Astrid setelah lima tahun terakhir memilih jalur independen.

Album ini berisi 10 lagu yang dikurasi secara mendalam, termasuk penggabungan materi dari mini album sebelumnya Masih Di Sini yang dirilis pada 2025, ditambah sejumlah lagu baru.

Dalam proses pengerjaannya, Astrid juga melibatkan musisi Adrian Martadinata sebagai music director.

Adrian bahkan turut membantu proses pengambilan vokal dalam sesi rekaman yang terbilang singkat tersebut.

Astrid mengakui, keterbatasan waktu menjadi tantangan terbesar dalam menyelesaikan materi baru di albumnya kali ini.

“Yang sisa lagunya inilah tantangan terbesar, karena waktu saya hanya dua minggu. Untuk Adrian, terima kasih dia sudah bantu saya mengerjakan vocal take untuk 4 lagu ini dalam satu hari,” lanjutnya.

Meski dikerjakan dalam waktu singkat, Astrid tetap berusaha menjaga kualitas dan karakter musiknya.

Album Aku dan Cahaya dirilis melalui kerja sama Astrid dengan Hadir Entertainment dan didistribusikan oleh Jagonya Musik & Sport Indonesia.

Karya terbaru Astrid dalam bentuk CDigital tersebut kini sudah tersedia di gerai KFC Store di seluruh Indonesia.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.