Jakarta (ANTARA) -

Para pemeran film “Gudang Merica” mengungkapkan proses pendalaman karakter dilakukan melalui workshop intensif bersama tenaga medis, termasuk simulasi penanganan pasien di unit gawat darurat (UGD).

“Produksi sangat memfasilitasi kami untuk riset. Kami workshop tiga hari dengan dokter dan praktik langsung, termasuk simulasi penanganan pasien di UGD,” kata aktor Ardhito Pramono saat ditemui awak media pada peluncuran trailer dan poster resmi film Gudang Merica di Cinema XXI, Plaza Senayan, Rabu.

Ardhito yang memerankan Razi dalam film tersebut mengatakan produksi film memfasilitasi para pemain untuk melakukan riset secara langsung agar mampu merepresentasikan profesi dokter secara tepat. Ia menambahkan, proses tersebut penting mengingat profesi dokter rentan mendapat perhatian publik, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam penggambaran di layar.

Aktris Zulfa Maharani sebagai Tanti di film tersebut, menyebut para pemain tidak dilepas begitu saja selama workshop, melainkan didampingi oleh konsultan medis dalam setiap tahapan latihan.

“Selama workshop kami didampingi, jadi tidak dilepas begitu saja. Ada yang membimbing saat kami belajar,” ujarnya.

Sementara itu, aktor Fatih Unru yang memerankan Adit, mengatakan setiap adegan yang berkaitan dengan istilah medis maupun tindakan tertentu mendapat pengawasan ketat.

“Kalau ada adegan dengan istilah medis atau tindakan tertentu, itu sangat diawasi. Karena ini menyangkut ilmu dan profesi yang sensitif, jadi tidak bisa asal,” kata Fatih.

Ia menambahkan para pemain juga berhati-hati dalam merepresentasikan profesi dokter yang memiliki tanggung jawab besar.

Rindu yang diperankan oleh aktris Arla Ailani mengatakan workshop dimulai dari hal dasar hingga penggunaan alat medis secara lebih rinci.

“Kami belajar dari yang paling dasar, seperti cuci tangan, sampai mencoba beberapa alat medis,” ujarnya.

Film “Gudang Merica” mengangkat kisah empat mahasiswa koas dengan latar dunia medis, yang dipadukan dengan unsur horor dan komedi. Film ini disutradarai oleh Imam Darto dan diproduksi oleh Multivision Pictures bersama Pabrik Cerita.