Cerita Sarminiah, Jemaah Haji Tertua Asal Jogja Siap Pergi ke Tanah Suci: InsyaAllah Masih Kuat
Muhammad Fatoni April 15, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Raut wajah Sarminiah (85) memancarkan semangat yang tak luntur dimakan usia, saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, usai agenda pamitan haji, Rabu (15/4/2026).

Sarminiah sendiri tercatat sebagai jemaah haji tertua dari Kota Yogyakarta yang akan diberangkatkan ke tanah suci mulai 21 April 2026 mendatang.

​Meski telah memasuki usia senja, mantan Lurah Keparakan ini mengaku siap menjalankan ibadah haji seorang diri tanpa pendampingan dari anak-anaknya. 

Baginya, niat yang sudah tertanam sejak belasan tahun lalu, menjadi modal utama kekuatannya untuk menjalankan rangkaian rukun Islam kelima.

​"Kalau daftar memang sendiri, tapi nanti kan di sana banyak temannya. Anak-anak tidak mendampingi, InsyaAllah saya masih kuat," ungkapnya.

Menunggu 15 Tahun

Perjalanan Sarminiah menuju Baitullah bukanlah proses yang singkat, karena sudah mendaftar sejak tahun 2011 silam, tak lama setelah purna tugas dari pengabdiannya sebagai Lurah Keparakan.

​Keinginannya untuk melakoni ibadah haji sontak semakin memuncak setelah sempat menjalani ibadah umrah secara dadakan pada tahun yang sama.

Kala itu, dirinya yang sedang berkunjung ke salah satu rumah saudara di Jakarta, tiba-tiba diajak berangkat menuju tanah suci oleh rombongan kerabatnya tersebut.

​"Waktu itu dadakan sekali. Saya pulang ke Yogya pagi untuk ambil pakaian, jam dua siang sudah balik lagi ke Jakarta, besoknya berangkat umrah. Sepulang dari sana, saya langsung daftar haji karena ingin menyempurnakan ibadah," kenangnya.

​Namun, antrean panjang kuota haji membuatnya harus bersabar selama 15 tahun hingga akhirnya namanya masuk dalam daftar panggil tahun ini.

Baca juga: Deretan Kisah Jemaah Haji Muda DIY: Ada yang Menanti 15 Tahun, hingga Gantikan Ayah yang Wafat

Rajin Berolahraga

Salah satu hal menarik dari sosok Sarminiah adalah kondisi fisiknya yang masih sangat bugar, berkat 'resep' rutin bergerak dan menjaga pola pikir positif.

​Hingga usia 85 tahun, Sarminiah masih sering berolahraga ringan bersama ibu-ibu di lingkungan rumahnya, bahkan kerap berjalan kaki sendiri ke pasar.

​"Makanya, persiapannya tidak ada yang khusus, karena memang suka olahraga rutin. Kadang ingin ke (Pasar) Sentul ya jalan kaki sendiri," tuturnya.

Sebagai jemaah tertua, Sarminiah menitipkan pesan bagi warga masyarakat yang saat ini masih menunda atau antre menunggu giliran keberangkatan haji.

Menurutnya, jika sudah memiliki niat, kesempatan, dan kemampuan secara finansial, alangkah baiknya tidak perlu menunggu masuk usia senja.

"Tidak usah nunggu tua seperti saya. Ada kesempatan, ya haji saja. Saya dulu kan masih kerja, anak masih kecil, jadi harus cari waktu yang tepat. Sekarang mumpung masih diberi umur oleh Allah, saya gunakan untuk beribadah," terangnya.

​Kini, Sarminiah pun tinggal menghitung hari menuju keberangkatan ke tanah suci yang didamba-dambakan seluruh umat muslim di penjuru dunia.

Dengan bekal doa dan kemandiriannya, ia berharap bisa menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, serta kembali ke tanah air sebagai haji mabrur. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.