TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Sejumlah sekolah di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, terus melakukan berbagai inovasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Guru SMK Karya Ruteng, Frederikus Budaya, mengatakan bahwa pihak sekolah secara konsisten mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar.
“Kami fokus pada pengembangan sumber daya manusia, baik guru maupun siswa, agar semakin terbiasa dengan teknologi. Selain itu, kami mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring, mengadakan pelatihan rutin bagi guru, serta membentuk tim IT untuk mendukung infrastruktur digital,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mariana Sandriana Sena. Ia menekankan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui kolaborasi seluruh warga sekolah.
Baca juga: Banjir Terjang Rahong Utara, Jalan Manong–Wae Mantang Rusak Parah, Akses Warga Terhambat
“Sekolah mengembangkan proyek berbasis teknologi, pengadaan infrastruktur secara bertahap, serta kegiatan rutin seperti Kamis Literasi,” katanya.
Sementara itu, Guru Kurikulum SMK Sadarwisata Ruteng, Ans Harus, menjelaskan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan menggabungkan metode tatap muka dan daring.
“Jika guru berhalangan hadir, pembelajaran tetap berjalan melalui platform digital seperti Zoom, Classroom atau melalui penugasan mandiri. Teknologi tidak menggantikan peran guru, tetapi menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, keikutsertaan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta pendampingan dari pihak sekolah.
“Evaluasi rutin juga dilakukan untuk memastikan tujuan pembelajaran tercapai,” tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai bersama Kementerian Pendidikan terus mendorong digitalisasi sekolah. Kepala Bidang PAUD dan PNF, Flavianus Nadu, menyebutkan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan.
“Kami mendorong setiap sekolah memiliki website dan sistem informasi pendidikan, menyediakan perangkat seperti panel digital dan televisi pembelajaran, serta menerapkan metode pembelajaran inovatif GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan),” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga secara rutin melakukan supervisi, pembinaan, serta pelatihan berbasis teknologi bagi tenaga pendidik.
Ke depan, pemerintah berkomitmen memperluas akses internet hingga ke daerah terpencil, menyediakan perangkat digital secara merata, serta meningkatkan kompetensi guru dan literasi digital siswa.
Kolaborasi antara sekolah dan pemerintah menjadi kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan di era digital. Sekolah berfokus pada inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi guru, sementara pemerintah Memberikan dukungan melalui digitalisasi, pelatihan, serta penyediaan infrastruktur.
Dengan demikian, keberhasilan transformasi pendidikan digital sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, dukungan teknologi, serta sinergi semua pihak dalam menghadapi tantangan zaman.