TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno, menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang, Rabu (15/4/2026) siang.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di rumah korban. Pelaku diduga berjumlah sekitar 10 orang yang datang menggunakan dua mobil dan berpura-pura sebagai tamu.
Menurut Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Prass Ardinata, kejadian bermula saat korban sedang menerima tamu di kediamannya. Situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok yang berujung pada aksi kekerasan.
“Mereka datang, awalnya dikira bertamu, terjadi cekcok hingga terjadilah penganiayaan,” ujar Prass.
Baca juga: Pungli Tiket Tumpak Sewu Lumajang, Polisi Amankan 4 Warga Malang
Dalam insiden tersebut, korban tidak hanya dipukul menggunakan benda tumpul, tetapi juga diserang dengan senjata tajam jenis celurit. Akibatnya, Sampurno mengalami luka di bagian kepala dan punggung samping.
“Korban mengalami luka di bagian kepala dan punggung samping. Korban dianiaya menggunakan sajam berupa celurit,” jelasnya.
Setelah kejadian, korban sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah dr Hartoyo Lumajang sejak pukul 16.00 WIB. Pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, korban terlihat keluar dari rumah sakit dengan kondisi kepala dan tangan kanan masih diperban.
Baca juga: Sebabkan Kelangkaan, Pertamina Kembali Tutup Pangkalan LPG di Lumajang
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga berasal dari wilayah Kecamatan Jatiroto. Motif penganiayaan juga masih dalam proses penyelidikan.
“Motifnya saat ini masih pendalaman. Mohon doanya mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa ketemu,” kata Prass.
Polisi juga belum mengamankan banyak barang bukti di lokasi kejadian karena senjata tajam yang digunakan masih dibawa kabur oleh pelaku.
Hasil visum dari rumah sakit masih ditunggu untuk melengkapi proses penyelidikan. Meski demikian, kondisi korban dilaporkan mulai membaik dan sudah dapat berkomunikasi.