BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mau belajar, mau mencoba, mau serius dan berani menerima risiko, yaitu bisa gagal atau bisa berhasil. Itulah yang dilakukan pria satu ini pada 22 tahun silam.
Zulkifli dulunya hanya buruh pabrik di Banjarmasin. Keinginan mengubah kehidupan keluarga, membuat pasangan ini berani menjalani tantangan merintis usaha.
Lika-liku dilalui, pengalaman dijadikan pelajaran berharga dan sekarang mereka menjadi pengusaha event organizer (EO) yang lumayan banyak ordernya.
Lebih jelasnya tentang sosok pria kelahiran Banjarmasin pada 1970 lalu yang satu ini, bisa menyimak petikan wawancaranya berikut ini.
Bisa diceritakan latar belakang pendidikan dan pekerjaan pertama Anda?
Basic pendidikan saya SMEA jurusan manajemen pemasaran. Lulus sekolah, saya bekerja di perusahaan kayu lapis di Banjarmasin.
Selama sembilan tahun bekerja di perusahaan, saya merasa prospeknya begitu-begitu saja, dan ada kemungkinan berkurang dalam hal lapangan kerja.
Apa yang memotivasi merintis usaha?
Alhamdulillah, saya dapat jodoh di perusahaan yang sama. Lantas kami menikah. Dan untuk mencari kesibukan, istri saya kursus rias pengantin.
Merasa saya juga perlu keterampilan tambahan, saya pun ikut kursus dekorasi pengantin dan teknik foto plus video.
Bermodal keterampilan yang didapat dari kursus tersebut, kami mempromosikan diri yang diawali mengenalkan usaha kami kepada keluarga masing-masing.
Karena kami dulunya bekerja di perusahaan itu di shift berbeda, jadi masing-masing juga berpromosi, saya promosi kepada kawan-kawan di shift A dan istri di shift B. Jumlah karyawan di kedua shift itu kan ribuan orang.
Bagaimana strategi Anda merintis usaha?
Kepada keluarga dan teman-teman kami tawarkan, jika mereka ada hajatan, baik itu pernikahan, perkawinan, ulang tahun, akikah, dan lainnya, kami siap membantu menyelenggarakan.
Alhamdulillah promosi itu efektif, apalagi mereka kenal kami dan kami pun mau melayani permintaan mereka termasuk soal harga yang bersahabat.
Bagaimana tantangan dalam usaha itu saat ini?
Tantangannya adalah bagaimana cara kita menghadapi berbagai macam karakter dari klien atau pemakai jasa.
Berdasarkan pengalaman, kami pun berupaya sebisa mungkin memberikan pelayanan terbaik, tetap ramah tamah, dan mencarikan solusi yang terbaik.
Kalau kita mau kurang lebih, bisa berhadapan dengan baik tentunya pemakai jasa akan kembali meminta kita untuk acara lainnya dan mempromosikan kita ke pihak lain.
Bagaimana Anda menyiasati agar usaha terus berkembang?
Kami berupaya memenuhi segala kebutuhan pemakai jasa. Selain tata rias, mereka perlu katering, perlu tenda, perlu musik. Nah, semua kebutuhan itu kami coba sediakan.
Kami tawarkan kepada mereka untuk all in one. Semua include ada di kami, jadi mereka tak perlu repot ke sana-sini. Syukurlah kami bisa ready-kan apa yang diminta.
Bagaimana tips dalam usaha ini?
Pastinya harus update, harus supel, harus sopan santun, harus pandai memberikan solusi atas banyaknya permintaan klien dan beragamnya karakter mereka.
Saya selalu melakukan perjanjian dengan klien, bahwa dengan harga sekian mereka mendapatkan ini dan itu yang semua jelas tercantum di perjanjian.
Jika ada permintaan tambahan, tentunya ada tambahan biaya. Contohnya, minta dekorasi diperbesar sekian meter, maka harus dihitung lagi penambah biayanya.
Tips lainnya, saya berupaya mengefesienkan biaya produksi dengan berkebun, sehingga tanaman-tanaman hias untuk dekorasi acara tak perlu sewa, cukup ambil di kebun saja.
Syukurnya, saya menang hobi berkebun, selain tanaman hias, saya juga menanam tanaman buah dan sayur antara lain jeruk,njambu kristal, anggur, cabai dan lainnya.
Manfaat dari berkebun, ketika dalam satu hari saya dapat order 2-3 tempat, maka tak kesulitan mendekorasi taman alias tidak kehabisan stok.
Malah kalau kehabisan tanaman hias, kadang saya ambil tanaman buah untuk dekorasi di tempat lain, ada cabai, kemanggi kenikir yang ditanam di pot, disusun jadi taman dekorasi acara.
Uniknya, di suatu acara kami dekorasi dengan tanaman cabai yang sudah berbuah. Beberapa tamu di acara itu senang melihat dan ada yang minta izin untuk petik cabai. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Merambah Batola Sambil Berkebun
SELAMA 22 tahun berbisnis EO, kini Zulkifli melebarkan sayap usaha ke wilayah Barito Kuala sebab pangsa pasar di situ lumayan bagus.
"Alhamdulillah kami juga punya rumah di kawasan Batola yang dijadikan cabang usaha kami," katanya.
Rumah di Batola itu memiliki area tanah yang lumayan cukup untuk berkebun, di situlah Zulkifli menyalurkan hobi sekalian memenuhi kebutuhan dekorasi taman untuk acara.
"Saat ada waktu luang, saya ajak keluarga ke kebun sembari menikmati alam, masak dan merawat kebun," katanya.
Selain itu, Zulkifli meluangkan waktu di tengah kesibukan dengan berorganisasi dan berpolitik terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan.
"Lebih tepatnya bidang kesenian lah, jadi kalau organisasi mengadakan acara, saya yang menyiapkan petugasnya, juga siapa saja pengisi acara," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Biodata
Nama : Zulkifli
Lahir: Banjarmasin, 1970
Pendidikan: SMEA
Pekerjaan: Owner Wedding/ Even Organizer
Status: Menikah
Anak : 2 orang perempuan