Universitas Terbuka (UT) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) 2026 di DoubleTree by Hilton Surabaya pada 13-16 April 2026, dihadiri 259 peserta dari seluruh jajaran pimpinan pusat hingga daerah. Forum ini menjadi ruang evaluasi strategis untuk memastikan kebijakan dan standar pendidikan benar-benar terimplementasi di lapangan.
RTM tahun ini mengusung tema 'Penguatan Kewibawaan dan Reputasi Akademik Universitas Terbuka yang Berintegritas dan Revolusioner'. Sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal, forum ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang refleksi yang mempertemukan data, pengalaman, dan visi dalam satu meja.
"RTM merupakan kesempatan untuk melakukan refleksi yang jujur dan evaluasi yang tajam. Menurutnya, reputasi akademik dibangun melalui konsistensi antara kebijakan yang dirancang dengan implementasi nyata di lapangan," ujar Sekretaris Universitas Dr. Kurnia Endah Riana dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Pembahasan dalam RTM berlangsung komprehensif, mencakup evaluasi capaian sasaran mutu akademik dan non-akademik, hasil asesmen mutu internal, manajemen risiko, hingga umpan balik dari pemangku kepentingan.
Forum ini juga menggelar diskusi kelompok terpumpun yang membedah empat aspek utama; tata kelola, kualitas akademik, layanan pembelajaran jarak jauh, dan daya jangkau.
Salah satu yang menarik, RTM 2026 juga menghadirkan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dr. Ir. Wawan Wardiana, MT. Kehadirannya memperkuat komitmen UT untuk membangun sistem pendidikan tinggi yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui materi pendidikan antikorupsi.
Sejumlah mitra strategis turut mendukung pelaksanaan RTM, di antaranya Bank Rakyat Indonesia, Pos Indonesia, JNE, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.
Kolaborasi ini mencerminkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor yang saling menguatkan.
Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto dalam sambutannya mengajak seluruh pimpinan untuk meneguhkan kembali jati diri UT sebagai pelopor pendidikan terbuka dan jarak jauh. Ia mengingatkan bahwa lebih dari empat dekade perjalanan sejak berdiri pada 1984 telah membentuk fondasi yang kuat bagi institusi ini.
Ia juga mendorong seluruh pimpinan untuk berpikir dan bertindak besar demi menghasilkan dampak yang nyata, seiring target UT menuju visi 2045 sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia.
Prof. Ali juga menegaskan bahwa UT adalah simbol hadirnya negara dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan. Penguatan digital learning ecosystem menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas layanan tetap merata di seluruh wilayah.
RTM 2026 ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata, serta SDG 16 tentang tata kelola yang transparan dan akuntabel.





