Jakarta (ANTARA) - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ikut mencegah stunting dengan memberikan edukasi gizi serta dukungan bagi ibu hamil dan anak-anak di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Narasemesta.

Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo Dewi Utari mengatakan program itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek kesehatan masyarakat.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa," kata Utari dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Dia menyampaikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Narasemesta yang difokuskan pada pencegahan stunting pada anak-anak dan edukasi bagi ibu hamil di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Program tersebut mengusung tema “Cegah Stunting melalui Cipta Generasi Sehat & Edukasi Pangan Bergizi”, dengan pendekatan edukatif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan meliputi edukasi gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, hingga penguatan layanan posyandu dan puskesmas untuk deteksi dini risiko stunting.

"Melalui Narasemesta, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk memberikan edukasi, dukungan gizi, serta mendorong kemandirian pangan, sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Utari.

Sekitar 150 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu dengan anak usia 1.000 HPK, ibu dengan balita, remaja calon pengantin, hingga masyarakat umum terlibat dalam program itu.

Selain edukasi, perusahaan juga menyalurkan bantuan pangan bergizi seperti beras, telur, dan biskuit jagung, serta dukungan kemandirian protein berupa 150 ekor ayam pullet lengkap dengan pakan dan perlengkapannya.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, Utari mengatakan pihaknya juga memberikan bantuan alat kesehatan seperti timbangan bayi digital, infantometer, hingga stadiometer.

Di sisi ketahanan pangan, perusahaan juga mendukung masyarakat melalui bantuan alat pertanian seperti cultivator dan solar dryer.

Utari menambahkan pemilihan Desa Tetaf didasarkan pada tingginya risiko stunting serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan.

"Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan di masyarakat,” tambah Utari.

Menurut dia keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dengan sinergi antara perusahaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting diyakini dapat berjalan lebih efektif.

“Asuransi Jasindo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” kata Utari.