SURYA.CO.ID PONOROGO - Deretan kejadian tanah longsor menerjang Jalan Ponorogo-Pacitan pada Rabu (15/4/2026).
Tercatat ada 9 titik longsor dilaporkan di sepanjang jalan nasional penghubung antar Kabupaten itu.
“Informasinya memang ada 9 titik longsor di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan. Sempat buka tutup, ini sudah lancar,” ungkap Camat Slahung Nur Huda Rifai, Rabu (15/4/2026) sore.
Dia menjelaskan bahwa bencana longsor memang mengepung kecamatan yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Pacitan, Jatim ini.
“Informasi awal akibat curah hujan tinggi tadi malam ini ada beberapa titik bencana. Informasi awal ada 9 titik,” terang Nur Huda saat dikonfirmasi:
Dari 9 titik longsor yang terjadi di jalur nasional, Nur Huda mengatakan bahwa kejadian tanah longsor yang paling besar adalah di Desa Wates, Kecamatan Slahung.
“Yang paling besar ada di perbatasan Ponorogo-Pacitan, 9 titik ini kita petakan. Sudah kami laporkan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan inkait untuk penanganan lebih lanjut,” urainya.
Baca juga: Ponorogo Dikepung Bencana: 26 Kejadian Longsor dan Banjir Terjang dalam 5 Hari
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun mengkonfirmasi adanya 9 titik longsor.
“Ada yang memang besar hingga mengharuskan buka tutup. Tapi ada yang juga longsor kecil. Semua di Jalan Ponorogo-Pacitan,” urai Masun.
Dia menjelaskan bahwa 9 titik longsor itu ada di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, masuk dalam tiga desa. Ada di Desa Broto, Desa Tugurejo dan Desa Wates.
“Untuk longsoran rata-rata tinggi kurang lebih 20 meter, lebar 6 meter. Ada yang menutup separuh jalan,” tambah mantan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan).
Masun menyatakan telah melakukan evakuasi bekerjasama dengan berbagai pihak.
Termasuk menerjunkan alat berat untuk membersihkan material longsor.
“Kami juga meminta tolong Damkar (pemadam kebakaran) untuk melakukan penyemprotan agar tidak licin. Ini laporan terakhir sudah bisa dilintasi jalurnya,” pungkasnya.