SURYA.CO.ID, JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember di Jawa Timur (Jatim), mulai melakukan langkah mitigasi menjelang datangnya musim kemarau 2026.
Berdasarkan data dari BMKG Juanda, tanda-tanda pancaroba sudah mulai terlihat di wilayah Jember pada pekan ini.
Pancaroba merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada akhir April 2026.
BMKG merilis prakiraan cuaca Jember pada 13–19 April 2026, dengan dominasi cuaca cerah hingga berawan. Meski demikian, potensi hujan masih bisa terjadi secara tidak merata, terutama pada sore hari.
Kondisi atmosfer di Jember saat ini, menunjukkan tingkat labilitas yang cukup tinggi. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa wilayah tersebut sedang memasuki masa pancaroba menuju musim kemarau.
BMKG juga mengingatkan masyarakat, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Kami memang bersiap menghadapi datangnya musim kemarau. Besok akan kami lakukan rakor dengan sejumlah pihak," ujar Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo kepada SURYA.co.id, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, BPBD juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah sumber air di beberapa kecamatan.
"Ada enam tempat yang kami cek, semuanya sumber air. Ada di Silo, Tempurejo, Kaliwates, juga Balung," imbuh Edy.
Pengecekan tersebut dilakukan, untuk memastikan kondisi sumber air tetap aman menjelang musim kemarau. Hal ini penting, karena salah satu dampak yang sering terjadi saat kemarau adalah krisis air bersih.
BPBD menegaskan, akan terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait, guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul.