TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Penjaringan bernama Muklisin berbuah manis.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiahi Muklisin umrah ke Tanah Suci setelah aksinya rutin membagikan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah dibersihkan olehnya viral di media sosial.
Muklisin berkesempatan bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam rapat besar di Teater Besar TIM.
Diketahui, Gubernur Pramono mengumpulkan PPSU beserta jajaran lurah, camat, hingga wali kota dalam rapat besar (town hall meeting) yang digelar di Teater Besar TIM pada hari ini, Rabu (15/4/2026).
Muklisin tampak diminta maju untuk menemui Pramono Anung.
"Sudah pernah umrah belum," tanya Pramono Anung dikutip dari akun instagram resmi Pramono Anung, Rabu (15/4/2026).
"Belum Pak," jawab Muklisin yang mengenakan seragam PPSU.
"Pak Muklisin bisa berangkat umrah," kata Pramono.
Pramono mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Muklisin dalam bekerja. Selain itu, Muklisin juga merespon cepat mengenai kondisi lingkungan di wilayah kerjanya.
"Inilah yang kemudian diberikan apresiasi publik yang luar biasa," kata Pramono.
Muklisin yang mendengar ucapan Pramono hanya bisa menahan rasa haru. Anggota PPSU yang mengikuti acara tersebut lantas bertepuk tangan.
"Pak Mukhlisin, terima kasih banyak. Kerja transparan, gerak cepat, dan up-to-date yang patut diapresiasi. Semoga bisa diteladani semua jajaran Pemerintah Jakarta dalam bekerja," tulis Pramono dalam captionnya.
Muklisin sempat diwawancarai TribunJakarta.com. Kepada TribunJakarta.com, Muklisin mengaku sudah bekerja sebagai anggota PPSU Kelurahan Penjaringan 5 tahun lamanya.
Sebelum viral seperti sekarang, Muklisin mengaku hanya ingin mengunggah hasil kerjanya setiap hari ke akun Instagram-nya.
"Emang nggak disengaja, emang saya nggak selalu bikin konten. Saya cuma nge-upload hasil kerja saya. Nggak maksud emang pengen viral apa nggak," ucap Muklisin saat ditemui di Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/4/2026).
Menurut Muklisin, foto-foto yang ia unggah setiap hari juga untuk membuktikan bahwa selama ini pasukan oranye benar-benar bekerja untuk membersihkan lingkungan.
Hal itu dilakukannya karena Muklisin masih sering mendengar komentar miring dari banyak orang yang menganggap petugas PPSU tak bekerja maksimal.
"Buat edukasi juga. Buktiin kalau kita tuh kerja. Selama ini kan banyak yang bilang gaji PPSU gede kerja nggak ada. Ya kita buktikan," ucapnya.
Selain unggahan soal kinerja hariannya, Muklisin juga sering memperlihatkan perilaku tak terpuji dari orang-orang yang membuang sampah sembarangan.
Orang-orang tak bertanggungjawab ini seringkali ditemui Muklisin di beberapa titik yang menjadi zona kerja hariannya.
"Saya sengaja setiap subuh jam 4 atau jam 3 saya sudah ngontrol di zona saya. Emang ada yang buang, oknum. Rata-rata begitu, galak. Lebih galakan dia," ucap dia.
Muklisin pun berharap apa yang dilakukannya ini dapat menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama agar tidak membuang sampah sembarangan.
Muklisin meyakini, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pasukan oranye saja, tapi kewajiban bagi semua masyarakat.
"Kalau permasalahan sampah marilah kita bersama-sama jangan mengandalkan ada pasukan oranye, ada pasukan hijau, ada pasukan yang segala-galanya lah. Kita saling sama-sama menjaga, merapikan lingkungan," tegasnya.
Muklisin juga mengungkap suka dukanya selama 5 tahun bekerja sebagai pasukan oranye. Muklisin mengatakan, salah satu duka yang sering dirasakannya ialah kehilangan sapu ketika hendak membersihkan jalan.
"Oh kalau suka, ya lagi nyapu dapat rezeki. Kalau dukanya saat kalau sapu lagi hilang," kata dia saat ditemui di Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/4/2026).
Bagi Muklisin, sapu ibarat senjata utama untuk melakukan pekerjaan mulianya membersihkan jalan lingkungan.
Karena itu, Muklisin mengaku sangat kesal ketika pernah beberapa kali kehilangan sapu saat hendak terjun ke jalan.
"(Sapu) sering hilang. Kadang-kadang kita kalau pagi-pagi udah stay begitu melihat barang kita, sapu kita nggak ada. Kayak rasanya gedebak-gedebuk gitu," ucapnya.
Hal lainnya yang sering ditemui Muklisin di lapangan adalah orang-orang tak bertanggungjawab yang buang sampah sembarangan.
Seperti dalam beberapa unggahannya di akun Instagram, Muklisin juga sering menghalau orang-orang itu agar mereka tak sembarangan membuang sampah.
"Memang banyak yang kayak gitu, tapi pas ditegor galakan dia," sambung Muklisin.
Sebelumnya, sosok Muklisin viral setelah rutin mengunggah aktivitasnya membersihkan sampah di akun Instagram-nya, Oke Lisin atau @skil_zona_sia_sia.
Melalui akun media sosialnya itu, setiap hari Muklisin mengunggah foto-foto kondisi lingkungan yang baru saja ia bersihkan.
Muklisin membuat perbandingan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah alias before-after dibersihkan.
Selain aktivitas membersihkan lingkungan, Muklisin yang sudah 5 tahun bekerja sebagai petugas PPSU itu juga mengunggah konten-konten sarat edukasi.
Misalnya, ia berulangkali mengunggah gambar ketika sedang menghalau orang-orang tak bertanggungjawab yang berupaya membuang sampah sembarangan.