Eko Purdjianto Ditantang Menang Lima Gol Lawan Sriwijaya FC
Truly Okto Hasudungan Purba April 16, 2026 12:09 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tekanan terhadap PSMS Medan kian menguat setelah gagal mencicipi kemenangan dalam lima laga terakhir di Kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Sorotan tajam itu datang dari kelompok suporter fanatik, SMeCK Hooligan.

Tim asuhan Eko Purdjianto bahkan mendapat tantangan berat jelang laga krusial menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (19/4) mendatang. SMeCK Hooligan secara terbuka menuntut Ayam Kinantan meraih kemenangan telak dengan selisih lebih dari lima gol.

Tantangan tersebut muncul bukan tanpa dasar. Performa PSMS dalam beberapa pekan terakhir dinilai mengalami penurunan signifikan. Padahal, di awal kepemimpinan Eko Purdjianto, tim sempat menunjukkan tren positif dan menghadirkan optimisme di kalangan suporter.

Dalam lima laga terakhir, PSMS hanya mampu meraih dua hasil imbang dan menelan tiga kekalahan. Hasil imbang didapat saat menghadapi PSPS Pekanbaru (1-1) pada 28 Maret 2026 dan Persikad Depok (2-2) pada 5 April lalu. Sementara tiga kekalahan dialami saat menghadapi FC Bekasi City (1-2), Persekat Tegal (0-2), dan Garudayaksa FC (0-1).

Rangkaian hasil negatif tersebut membuat peluang PSMS untuk promosi ke Super League musim depan dipastikan tertutup. Bahkan, posisi tim kini belum sepenuhnya aman dari ancaman play-off degradasi.

Saat ini, PSMS menempati peringkat ke-7 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin dari 24 pertandingan, hasil dari delapan kemenangan, tujuh kali imbang, dan sembilan kekalahan. Di bawahnya, Persekat Tegal yang mengoleksi 26 poin masih berpeluang mengejar, mengingat kompetisi menyisakan tiga pertandingan.

Baca juga: PSMS Medan Terpuruk di Peringkat 7, Gagal Promosi dan Butuh 4 Poin untuk Hindari Play Off Degradasi

Secara matematis, Persekat masih bisa menyalip jika mampu menyapu bersih sisa laga dan meraih tambahan sembilan poin, sementara PSMS gagal menambah angka. Namun, skenario tersebut dapat digagalkan jika PSMS mampu mengamankan setidaknya satu kemenangan dan dua hasil imbang, atau tambahan lima poin dari tiga laga tersisa.

Situasi ini membuat tiga pertandingan terakhir menjadi penentu bagi PSMS Medan. Selain memperbaiki posisi di klasemen, hasil positif juga menjadi kunci untuk memastikan mereka terhindar dari play-off degradasi.

Dalam jadwal yang tersisa, PSMS akan lebih dulu menjamu Sriwijaya FC pada 19 April, kemudian kembali bermain di kandang menghadapi Adhyaksa FC Banten pada 25 April. Setelah itu, Ayam Kinantan menutup musim dengan laga tandang ke markas Persiraja Banda Aceh pada 2 Mei 2026 di Stadion H Dimurthala.

Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, menilai penurunan performa tim menjadi sinyal perlunya pembenahan menyeluruh, baik dari segi strategi maupun mental bertanding. “Coach Eko ini awal-awal bagus, kita lihat ada perubahan. Tapi semakin ke sini justru menurun,” ujar Lawren.

Sebagai bentuk desakan sekaligus pembuktian, Lawren meminta PSMS tidak sekadar meraih kemenangan saat menjamu Sriwijaya FC, tetapi juga mampu menciptakan pesta gol. “Kalau menang, kita yakin bisa. Tapi kami minta harus di atas lima gol. Ini jadi pembuktian,” tegasnya.

Lebih jauh, pihaknya juga melontarkan ultimatum kepada Eko Purdjianto. Jika target tersebut tidak tercapai, pihaknya meminta pelatih untuk mundur dari jabatannya. “Kalau tidak bisa di atas lima gol, kami minta beliau angkat kaki. Kalau pun dipertahankan, kami minta manajemen jangan pakai lagi musim depan,” katanya.

“Tim lain bisa menang besar lawan Sriwijaya. Kita kemarin hanya 3-1. Lalu lawan Persikad Depok, unggul pemain malah kesulitan, bahkan hampir kalah. Ini yang harus dibenahi,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.