TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Tiga pelajar asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhasil lolos seleksi ketat dan meraih beasiswa kerja sama Pemkab Gowa dan Yayasan Putera Sampoerna.
Ketiganya diterima langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, di Ruang Kerja Kantor Bupati, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Rabu (15/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Husniah menegaskan, beasiswa merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam membuka akses pendidikan tinggi berkualitas.
“Pemberian beasiswa adalah bentuk keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia menekankan, masa depan daerah sangat bergantung pada generasi muda yang cerdas dan berpendidikan.
Menurutnya, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi solusi untuk memastikan tidak ada potensi anak daerah yang terhambat karena biaya.
“Pemerintah Kabupaten Gowa ingin memastikan tidak ada putra-putri daerah yang cerdas namun harus putus kuliah karena keterbatasan biaya,” tegasnya.
Baca juga: Pemkab Gowa-Sampoerna Foundation Beri Bantuan Beasiswa Pendidikan
Tiga siswa penerima beasiswa tersebut yakni Muhammad Fahri Yasin dari SMA Al-Fityan School Gowa.
Kemudian Nurfaadhilah Izzatun Kaishar dari SMAN 1 Gowa.
Serta Nurul Resky Aulia dari SMAN 14 Gowa.
Bupati Husniah menyebut ketiganya sebagai generasi terpilih yang memikul tanggung jawab besar.
“Kalian adalah orang terpilih. Beasiswa ini adalah amanah, gunakan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan akademik,” pesannya.
Ia mendorong para penerima untuk menjadi agen perubahan di masa depan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jadilah kebanggaan daerah,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Gowa, Taufiq Mursad, menjelaskan program ini menggunakan skema pembiayaan kolaboratif.
“Dari lima kuota, dua dibiayai Pemda dan tiga oleh Sampoerna Foundation,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses seleksi dilakukan langsung oleh pihak yayasan secara objektif.
Tingkat persaingan dalam program ini cukup tinggi dengan puluhan pendaftar.
“Kurang lebih ada 40 pendaftar, dan terpilih tiga orang terbaik,” katanya.
Taufiq optimistis program ini akan melahirkan SDM unggul yang siap berkontribusi untuk pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, ketiga siswa hadir bersama orang tua masing-masing.
Mewakili penerima, Nurfaadhilah mengaku bangga atas capaian tersebut.
“Saya sangat senang bisa mengharumkan nama keluarga dan membawa nama Gowa,” ucapnya.
Ia berkomitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan kembali membangun daerah.
“Harapannya, saya bisa kembali dan berkontribusi untuk Gowa,” pungkasnya.(*)