Uang Tabungan Nasabah CIMB Niaga Pekanbaru Dibobol Rp 250 Juta, Ini Kronologinya
Nolpitos Hendri April 16, 2026 12:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Nasabah Bank CIMB Niaga Pekanbaru atas nama Bala Chandra mengaku, uang tabungan perusahaannya, PT Patria Riau Jaya Perkasa, dibobol sebesar Rp 250 juta, akibat transaksi mencurigakan, yang diduga tidak pernah dilakukan oleh pihaknya.

Kronologi

Peristiwa tersebut terjadi pada 29 Januari 2026, ketika tiba-tiba muncul notifikasi transaksi di Ponsel anak nasabah, yang berperan sebagai pemegang otorisasi (approval).

Dalam waktu singkat, terdapat sejumlah notifikasi transaksi yang masuk secara beruntun.

Baca juga: Oknum Karyawan Bank Kuras Saldo Nasabah Rp 1 Miliar, Dipakai untuk Hiburan Malam

Sebagian transaksi dinyatakan gagal, dan satu transaksi dinyatakan berhasil.

Chandra menjelaskan, seluruh transaksi tersebut bukan dilakukan oleh dirinya, maupun anggota keluarganya.

Menyadari adanya kejanggalan, pihak keluarga segera menghubungi pihak bank, melalui layanan pelanggan serta mendatangi kantor Bank CIMB Niaga Pekanbaru, untuk membuat laporan resmi.

“Kami langsung melaporkan kejadian ini ke bank pada hari berikutnya, dan membuat pengaduan resmi. Namun hingga 25 Februari, tidak ada perkembangan yang jelas,” sebut Chandra saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com, Rabu (15/4/2026).

Karena tidak kunjung mendapatkan kepastian, nasabah kemudian mengirimkan surat resmi berisi kronologi kejadian lengkap, pada 25 Februari. Pihak bank merespons pada 27 Februari.

Namun jawaban yang diberikan pihak bank, dinilai tidak memuaskan karena hanya menyatakan bahwa transaksi tersebut tergolong “secure” tanpa menjelaskan siapa pelaku, maupun detail teknis transaksi.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, nasabah kembali mengajukan sanggahan pada 6 Maret.

Dalam sanggahan itu, nasabah meminta data pendukung seperti log akses, alamat IP, serta perangkat yang digunakan untuk melakukan transaksi, guna membuktikan keabsahan transaksi tersebut.

Namun, menurut Chandra, pihak bank kembali memberikan jawaban serupa, tanpa menyertakan data yang diminta.

Nasabah pun melayangkan sanggahan ketiga, dan menilai pihak bank belum memberikan penjelasan yang transparan.

Hingga saat ini, nasabah mengaku belum menerima jawaban yang memadai.

Atas kelalaian ini, Chandra sangat menyayangkan dugaan adanya kelemahan sistem keamanan bank, yang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Seharusnya bank sebagai penyedia layanan keuangan, bertanggung jawab melindungi dana nasabah.

Bukan justru membebankan kerugian kepada nasabah.

“Jika transaksi tidak dilakukan melalui perangkat kami, seharusnya itu menjadi indikasi bahwa bukan kami pelakunya. Kenapa kami yang harus menanggung kerugian?” tegasnya.

Berdasarkan bukti notifikasi yang dimilikinya, terlihat adanya beberapa kali percobaan transaksi dengan nominal besar (ratusan juta), yang sebagian gagal sebelum akhirnya satu transaksi berhasil dilakukan.

Branch Manager CIMB Niaga Pekanbaru , Reny merespon kasus ini, saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com.

"(Kasus ini), saya akan koordinasi terlebih dahulu dengan kantor pusat ya. Kebetulan saya lagi meeting," katanya singkat.

Menanggapi keluhan masyarakat ini, Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Robin Eduar SE SH MH meminta, agar pihak bank harus bertanggung jawab atas kehilangan uang tabungan nasabah yang tidak wajar.

Sebab sepengetahuannya, keamanan tabungan nasabah di bank selama ini sangat kuat. Tidak mudah dibobol.

"Ini sangat memalukan dan menjadi preseden buruk. Pihak bank harusnya mengganti kerugian ini, sebelum dibawa ke ranah hukum. Kasihan nasabah dibuat seperti ini," pinta Politisi senior PDI-P ini.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.