TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang terus memperluas jangkauan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai upaya meningkatkan deteksi dini penyakit di masyarakat.
Program yang menyasar seluruh kelompok usia ini ditargetkan mampu mencapai cakupan 46 persen pada tahun 2026.
Hingga triwulan pertama tahun berjalan, realisasi capaian program tersebut baru menyentuh angka 6 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr. Feria Kowira, mengungkapkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini berbasis siklus hidup.
Ia menyebutkan capaian awal program tersebut masih akan terus digenjot melalui berbagai strategi, termasuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
"Target PKG tahun 2026 sebesar 46 persen. Di triwulan pertama kita sudah mencapai 6 persen. Sasaran program ini mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari bayi baru lahir, balita usia 1 sampai 6 tahun, hingga anak sekolah dengan target nasional 20 persen," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Rabu 15 April 2026.
Ia menambahkan, selain kelompok usia anak, program ini juga menyasar kelompok usia dewasa dengan target nasional 35 persen, serta lansia dengan target lebih tinggi yakni 50 persen.
"Lansia menjadi perhatian khusus karena merupakan kelompok rentan, sehingga perlu kita konsentrasikan dalam pemeriksaan kesehatan secara berkala," tambahnya.
Pelaksanaan PKG dilakukan melalui 24 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Ketapang, dengan pendekatan pelayanan yang tidak hanya menunggu di fasilitas kesehatan, tetapi juga aktif menjangkau masyarakat.
"Tim kesehatan dari puskesmas tidak hanya melayani di fasilitas, tetapi juga aktif turun ke kegiatan masyarakat untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis," jelas dr. Feria.
Baca juga: Daftar Terminal di Kabupaten Ketapang Lengkap dengan Alamat dan Fungsinya
Tak hanya itu, Dinkes juga mempermudah akses masyarakat untuk mengikuti program ini, warga cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pendataan.
Jenis layanan yang diberikan dalam PKG pun cukup lengkap, mulai dari pemeriksaan kanker rahim dan payudara, penyakit hati dan paru-paru, hingga talasemia.
Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan gigi, mata, anemia, serta kesehatan mental.
Guna meningkatkan partisipasi, sosialisasi terus digencarkan melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital.
dr. Feria pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan dengan memanfaatkan layanan yang telah disediakan pemerintah secara optimal.
"Kami menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan program PKG ini dengan datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas terdekat. Dengan pemeriksaan dini, kita bisa mendeteksi kondisi kesehatan sejak awal. Program ini gratis dan tidak dipungut biaya," pungkasnya. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!