Kebakaran melanda dua unit rumah di Jalan Karya Baru, tepatnya di Komplek Karya Baru Permai, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Rabu, 15 April 2026 pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.58 WIB tersebut menghanguskan rumah bernomor B2 dan B1 di RT 003 RW 003, Kelurahan Parit Tokaya.
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik rumah B2, Lim Siauw Tjhuan alias Achuan, saat kembali dari berbelanja bahan baku dagangan.
"Sekitar pukul 07.55 WIB, pemilik rumah melihat api sudah muncul di bagian atap kamar. Ia kemudian memanggil istrinya dan berusaha memadamkan api, namun api cepat membesar," ungkap AKP Inayatun saat dikonfirmasi pada Rabu, 15 April 2026.
Saat kejadian, istri korban sedang berjualan martabak manis di ruko depan rumah.
Ia menyebut sebelum kebakaran tidak ada aktivitas memasak di dalam rumah.
Api yang berasal dari rumah B2 dengan cepat membesar dan merambat ke rumah sebelah B1 yang diketahui juga digunakan sebagai gudang ekspedisi.
Saksi lainnya, Lim Dju Im, mengaku mendengar keributan dari rumah B2 saat berada di rumahnya. Ketika dicek, api sudah membesar di bagian atap.
"Saksi langsung berteriak meminta tolong warga dan membangunkan suaminya yang sedang tidur," jelas Kapolsek.
Sementara itu, Lim Siauw Tiang alias Edyanto langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran dan berupaya menyelamatkan barang-barang, namun upaya tersebut terhenti karena api cepat menyebar.
Sejumlah tim pemadam kebakaran dari berbagai instansi, termasuk BPBD Kota Pontianak dan beberapa pemadam swasta, dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.40 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 09.00 WIB. Situasi dinyatakan aman dan terkendali," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material masih dalam pendataan.
Rumah B2 dilaporkan mengalami kerusakan hingga 100 persen, sementara rumah B1 sekitar 80 persen.
"Dari hasil analisa awal, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik di bagian atap kamar rumah B2. Selain itu, kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat membesar dan merambat," tuturnya.
Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta memasang garis polisi di lokasi.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran," tutupnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya terkait instalasi listrik di kawasan permukiman padat penduduk. (*)