Sopir Ambulans di Jakpus Ditipu Debt Collector: Dijadikan Perantara Penagihan Utang
Erik S April 16, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Seorang sopir ambulans di Jakarta bernama Yoga Dwi Saputra dijadikan perantara menagih utang oleh debt collector (penagih utang).

Ceritanya, Yoga menerima pesanan ambulans dari Dobi Rotus melalui pesan WhatsApp.

“Iya benar, saya dapat orderan ambulans. Yang pesan itu nama orangnya Dobi Rotus. Dia isi form dan pesan ambulans,” ujar Yoga saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (15/4/2026).

Dobi meminta Yoga datang ke sebuah kawasan perkantoran di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Namun, setibanya di lokasi, ia mulai merasa ada kejanggalan.

“Sampai di sana ternyata tempatnya kantor. Saya telepon, kata stafnya orang yang dicari tidak ada di tempat,” jelasnya.

Yoga juga mengaku nomor pemesan tersebut pernah menghubunginya sebelumnya.

“Nomornya sama seperti yang dulu pernah telepon saya,” katanya.

Diminta Hubungkan ke Pihak Kantor

Tak lama kemudian, Yoga diduga dihubungi oleh debt collector yang meminta dirinya menghubungkan dengan pihak di kantor tersebut.

“Mereka minta dihubungkan ke orang kantor, suruh bayar utang,” ungkap Yoga.

Namun, ia tidak mengetahui secara pasti terkait utang yang dimaksud.

“Saya juga enggak tahu utangnya berapa,” tambahnya.

Sadar Jadi Korban Penipuan

Saat itu, Yoga menyadari dirinya hanya dijadikan perantara dalam upaya penagihan utang.

Bahkan, ia sempat mendengar rencana pelaku untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Mereka katanya mau telepon damkar juga, tapi saya bilang enggak usah datang. Saya juga kena jebakan pinjol ini,” ujarnya.

Baca juga: 12 Orang Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning Bekasi, Alami Luka Bakar Serius, 30 Ambulans Siaga

Menurut Yoga, modus seperti ini ternyata sudah sering terjadi dan menyasar berbagai layanan darurat.

“Sudah sering kejadian di Bekasi, Bandung, sampai Puri Kembangan, melibatkan damkar dan ambulans,” katanya.

Sementara dirinya sendiri mengaku baru dua kali mengalami kejadian serupa.

“Kalau saya ini sudah dua kali. Yang pertama di Tanjung Pasir, katanya pasien kontrol, tapi pas sampai ternyata tidak ada,” jelasnya.

Atas kejadian ini, Yoga mengaku berencana melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

“Rencana saya mau lapor, karena ini merugikan secara material juga,” ujarnya.

Ia juga mengaku sudah memberikan nomor terkait kepada pihak aparat, termasuk anggota Brimob.

“Dari Brimob juga sudah minta nomornya,” katanya.

Yoga berharap kejadian serupa tidak terus berulang, terutama karena banyak pihak yang dirugikan, termasuk pekerja lapangan seperti sopir ambulans dan ojek online.

“Kasihan yang benar-benar kerja, jadi kena dampaknya,” kata dia. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.