TRIBUNNEWS.COM - Program dialog Overview Tribunnews edisi Rabu, 15 April 2026 membahas keputusan Amerika Serikat (AS) melakukan blokade di Selat Hormuz.
Menghadirkan narasumber:
Talkshow dapat disimak melalui kanal YouTube Tribunnews berikut:
Blokade Selat Hormuz oleh AS menandai eskalasi baru dalam konflik dengan Iran.
Langkah ini muncul setelah perundingan antara kedua pihak di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) gagal mencapai kesepakatan damai.
Presiden AS Donald Trump menegaskan Iran tidak bersedia menghentikan ambisi nuklirnya.
Baca juga: Iran Balas Keras Blokade Trump, Ancam Lumpuhkan Laut Merah dan Jalur Perdagangan Dunia
Di sisi lain, Iran menuding tuntutan AS terlalu berlebihan dan tidak sah.
Presiden Donald Trump kemudian memerintahkan militernya untuk memblokade Selat Hormuz sejak Senin, 13 April 2026.
Namun tampaknya upaya yang bertujuan untuk memberikan tekanan kepada Teheran tersebut dinilai tidak berhasil.
Dalam 24 jam pertama sejak operasi blokade AS di Selat Hormuz dimulai, setidaknya tujuh kapal telah berhasil lolos, termasuk empat kapal tanker yang terkait dengan Iran.
Satu di antaranya adalah kapal milik China yang dikenai sanksi oleh AS pada tahun 2023 karena mengangkut minyak Iran.
Kapal ini terlihat di sisi lain Selat di Teluk Oman pada hari Selasa (14/4/2026).
Banyak pihak menafsirkan blokade AS sebagai upaya menargetkan armada bayangan Iran yang membawa pasokan minyak ke China.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan, setiap ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz oleh AS akan membawa dampak signifikan bagi perdagangan global.
Lantas bagaimana dampak blokade Selat Hormuz yang dilakukan Amerika Serikat?
Simak Overview Tribunnews. (*)