TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten Nunukan bersiap melakukan lompatan besar dalam tata kelola kinerja pemerintahan.
Melalui Bappeda Litbang, langkah serius itu ditunjukkan lewat rapat daring Pra-Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi E-SAKIP Tahun 2026 yang digelar via Zoom Meeting, Selasa (14/4/2026).
Sebagai informasi, E-SAKIP adalah singkatan dari Electronic Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
E-SAKIP merupakan sistem berbasis digital, yang digunakan pemerintah untuk mengukur dan memantau kinerja instansi pemerintah secara lebih terstruktur dan transparan.
Kegiatan ini menghadirkan Tenaga Ahli dari Pusat Pengembangan Manajemen dan Sistem Informasi (PPMSI), Andi Erwing, yang membongkar langsung strategi pengembangan sistem digital tersebut.
Sekretaris Bappeda Litbang Nunukan, Enos Ramba, SE., Ak., CA., dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar digitalisasi biasa.
“Ini bukan hanya pindah dari manual ke digital, tapi perubahan budaya kerja.
Semua harus lebih terukur, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Baca juga: Seleksi Calon Paskibraka Nunukan Dimulai Sejak Januari, Kepala Kesbangpol Tegaskan Tanpa Titipan
Rapat ini diikuti jajaran penting Pemkab Nunukan, mulai dari Kepala Bagian Organisasi Setda, Inspektorat Daerah, hingga para Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pejabat penyusun program (Sungram), dan staf teknis dari berbagai OPD.
Dalam pemaparannya, Andi Erwing mengungkapkan bahwa aplikasi E-SAKIP akan mengintegrasikan seluruh proses, dari perencanaan hingga pelaporan, secara real-time.
Artinya, setiap capaian kinerja bisa dipantau langsung tanpa harus menunggu laporan manual.
Menariknya, Pra-Bimtek ini juga menjadi ajang “bongkar masalah” di lapangan, mulai dari kendala teknis hingga sinkronisasi data antar instansi.
Tujuannya jelas, saat Bimtek lanjutan digelar nanti, sistem sudah siap pakai tanpa hambatan berarti.
Dengan sistem ini, Pemkab Nunukan optimistis nilai SAKIP akan meningkat drastis.
Tak hanya itu, pimpinan daerah juga akan lebih mudah memonitor target pembangunan sesuai RPJMD hanya lewat satu sistem terintegrasi.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Bappeda Litbang ini pun berjalan interaktif.
Peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait teknis input data dan integrasi dengan sistem informasi pemerintahan lainnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid