Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Bengkulu Tengah Imbau Warga Waspadai Lereng Curam & Wilayah Rawan Bencana
Ricky Jenihansen April 16, 2026 10:54 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Tengah, Rahmat Hidayat, mengatakan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

“Warga kami minta tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan seperti lereng curam dan daerah aliran sungai,” kata Rahmat.

Ia menegaskan, salah satu titik rawan longsor di Bengkulu Tengah berada di kawasan Liku Sembilan Kecamatan Taba Penanjung, yang selama ini dikenal rawan terjadi longsor dan pohon tumbang saat cuaca buruk.

Selain itu, potensi banjir juga kerap terjadi di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Talang Empat, Karang Tinggi, Pondok Kubang hingga Pondok Kelapa, terutama saat curah hujan tinggi dalam durasi panjang.

BPBD juga mencatat beberapa desa yang pernah terdampak banjir di antaranya Desa Taba Terunjam, Talang Empat, Taba Jambu, hingga Srikuncoro.

Dalam upaya kesiapsiagaan, BPBD Bengkulu Tengah telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan bencana. 

Khusus di kawasan Liku Sembilan, bahkan telah didirikan pos siaga dengan petugas yang berjaga selama 24 jam.

bpbd bengkulu tengah 233223
POSKO BANJIR - Plt Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Tengah, Rahmat Hidayat saat berada di posko banjir. BPBD Bengkulu Tengah imbau warga waspadai cuaca ekstrem, khususnya di lereng curam dan wilayah rawan bencana.

Selain itu, pos siaga juga ditempatkan di wilayah rawan banjir seperti Desa Nakau, Kecamatan Talang Empat, guna memastikan respons cepat saat terjadi bencana.

Rahmat menyebut, personel BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus disiagakan untuk melakukan pemantauan dan penanganan darurat.

Dari sisi peralatan, BPBD Bengkulu Tengah telah menyiapkan berbagai perlengkapan kebencanaan, seperti:

• Chainsaw dan parang untuk penanganan pohon tumbang

• Perahu karet untuk evakuasi banjir

• Kendaraan operasional

• Tenda darurat untuk pengungsian

Peralatan tersebut disiagakan di titik-titik rawan guna mempercepat penanganan saat terjadi bencana. 

Rahmat Hidayat juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di lokasi berisiko tinggi saat hujan deras, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang.

“Kami minta masyarakat selalu memantau informasi cuaca dan segera melapor jika ada potensi bencana di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

BPBD Bengkulu Tengah memastikan kesiapsiagaan terus ditingkatkan, dengan harapan dampak bencana dapat diminimalisir melalui kewaspadaan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.