Penunjukan Dr Nurlis Effendi sebagai Juru Bicara Pemerintah Aceh oleh Gubernur Muzakir Manaf patut diapresiasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat komunikasi publik pemerintahan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Nurlis bukan tanpa alasan. Ia adalah sosok yang memiliki rekam jejak lengkap, akademisi, politisi, sekaligus mantan jurnalis.
Latar belakangnya di dunia media menjadi modal penting dalam menjembatani hubungan antara pemerintah dan insan pers, yang setiap hari menjadi mitra sekaligus pengawas jalannya pemerintahan.
Di tengah dinamika informasi yang kian cepat dan kompleks, kehadiran jubir yang memahami cara kerja media merupakan kebutuhan mutlak. Nurlis diyakini mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah secara jernih, terukur, dan mudah dipahami publik.
Lebih dari itu, kepribadiannya yang dikenal tenang, santun, dan tidak gegabah menjadi nilai tambah tersendiri. Karakter ini penting untuk menjaga ritme komunikasi yang sejuk, terutama dalam menghadapi isu-isu sensitif maupun perbedaan pandangan antar lembaga.
Dalam konteks hubungan antara eksekutif dan legislatif, pendekatan komunikasi yang teduh seperti ini sangat dibutuhkan. Publik tentu berharap, dengan kapasitas dan pengalaman yang dimiliki, Nurlis dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Aceh, sekaligus menciptakan ruang dialog yang sehat dengan semua pihak.
Nurlis mengaku, dirinya juga sudah melapor kepada Mualem dan Fadhlullah terkait penunjukannya sebagai Jubir. “Melalui telepon seluler dan mengintruksikan untuk berkantor dan bekerja," katanya.
Diketahui, Nurlis merupakan seorang penulis, politisi, dan akademisi. Dalam karier politik, ia saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua DPP Partai Aceh. Dan, sebagai akademisi, mantan jurnalis TEMPO ini mengajar di sejumlah kampus termasuk di Universitas Syiah Kuala.
Untuk itu, kita mengucapkan “Selamat bekerja, Dr. Nurlis Effendi”. Amanah besar ini menanti untuk dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Semoga!
POJOK
Politisi senior Golkar Syukri Rahmat “hijrah” ke PKB
Wah, bakal ramai bursa calon Wali Kota nantinya, hehehe…
Hizbullah janji lanjutkan perang, tolak pembicaraan dengan Israel
Perang dengan dajjal Israel adalah sebuah kehormatan, tahu?
RI bakal dapat minyak dan elpiji dari Rusia, kata Bahlil Lahadalia
Hehehe, sepertinya kita kurang yakin sama Bahlil, kan?