Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Simon Subandi Supriadi secara gamblang menyinggung soal dampak yang ditinggalkan dari pinjaman daerah yang dilakukan pemerintahan sebelumnya yakni Fransiskus Roberto Diogo dan Romanus Woga atau yang dikenal paket ROMA.
Hal itu Simon Subandi sampaikan saat sambutan pada acara peresmian kantor Pintu Air Cabang Nangablo, Kecamatan Nita, Rabu (15/4/2026),
Orang nomor dua di Kabupaten Sikka itu juga membeberkan kondisi keuangan daerah saat ini.
Dengan kondisi keuangan yang tidak membaik, ia bahkan mengaku belum bisa berbuat banyak untuk masyarakat Kabupaten Sikka.
Baca juga: Wabup Simon Subandi : Kami Sudah Koordinasi, Noris dan Anwar Dijemput ke Kalabahi Baru ke Maumere
"Saat ini jangankan mengandalkan dana bergulir, kita berpikir untuk 4000 PPPK saja kita masih pusing karena kas daerah kita yang menipis,"ujarnya.
Dengan kondisi keuangan daerah yang demikian, ia mengajak semua Koperasi Kredit (Kopdit) termasuk Kopdit Pintu Air untuk mengajarkan masyarakat untuk menjadi wirausahawan.
Ia bahkan mengakui, masih banyak janji politik yang belum terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang secara nasional sedang tidak baik-baik saja.
"Kita punya APBD dari Rp 1,2 triliun, itu transfer daerahnya dikurangi Rp 120 miliar, kita juga harus membayar pinjaman daerah yang ditinggalkan oleh paket ROMA kemarin, harus bayar Rp 30 miliar setiap tahun," kata Simon Subandi dihadapan mantan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, Uskup Maumere, Mgr Ewaldus Martinus Sedu, pengurus Kopdit Pintu Air serta masyarakat dan undangan yang hadir.
Pada kesempatan itu ia juga mengklaim sudah berhasil membangun 115 unit rumah dan bantuan pendidikan untuk 80 mahasiswa pada tahun 2025.
"Tahun ini juga sudah dianggarkan untuk pembangunan rumah dan bantuan pendidikan. Mungkin tidak sebanyak yang kami janjikan saat kampanye tetapi sebagaian akan kami penuhi," tegasnya. (Bet)