TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Kantor Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya yang berada di Jalan Kasuari, Kelurahan Rufei dipalang sejumlah pegawai pada pada Jumat (17/4/2026).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Distrik Sorong Barat Yulianus Sani menyampaikan penjelasan ikhwal aksi tersebut, sekaligus menepis sejumlah tudingan miring, khususnya perihal penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Baca juga: Lahan 7.000 Meter di Rufei Kota Sorong Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Modern dan Produktif
Menurutnya, Dana Otsus Tahap II tahun 2025 senilai Rp100 juta yang diterimanya pada masa kepemimpinan sebelumnya tidak disalurkan, tetapi diserahkan kepada bendahara untuk dikelola sesuai mekanisme keuangan.
"Dalam pelaksanaannya, ternyata ada beberapa item kegiatan yang menurut saya tidak tidak tepat sasaran. Oleh karena itu saya menekankan agar laporan tetap diselesaikan," ujarnya di kantor TribunSorong.com, Sabtu (18/4/2026).
"Jadi saya tidak pernah menyelewengkan Dana Otsus. Kalau ada yang mau bawa ke mana pun, saya siap. Bukti-bukti lengkap."
Baca juga: Disdukcapil Kota Sorong Mulai Cetak Massal e-KTP 20 April 2026: Kuota 100 Antrean per Hari
Yulianus menyatakan, selama menjabat sebagai Plt, dirinya melaksanakan sejumlah program untuk masyarakat Distrik Sorong Barat yang membawahi empat kelurahan.
Di antaranya pembangunan dua sumur bor yang kini dimanfaatkan warga, hingga intervensi penanganan stunting.
Data puskesmas, kata Yulianus, terdapat sekitar 30 anak stunting, namun penerima bantuan ditambah menjadi 60 anak yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP).
"Ini bagian dari upaya menyiapkan generasi emas 2045. Anak-anak Papua juga harus mendapat perhatian," kata Yulianus.
Selain itu, ia juga menyalurkan secara bertahap bantuan kepada pelaku usaha Mama-mama Papua berupa meja dan payung.
Baca juga: Buka Musrenbangda, Wali Kota Sorong Ingatkan Prangkat Daerah Jangan Titip Program Tanpa Data
Untuk sektor kesehatan, bantuan juga diberikan kepada 10 posyandu berupa kasur, timbangan bayi, dan timbangan digital.
Mengenai munculnya pemalangan kantor, Yulianus menduga aksi tersebut sebagai upaya menjatuhkan dirinya dari jabatan.
"Saya pribadi tidak masalah, karena hanya Plt. Saya bekerja berdasarkan kepercayaan yang diberikan bapa Wali Kota Sorong," ucapnya.
Baca juga: Dinsos Kota Sorong Reaktivasi 20.000 Peserta PBI JK hingga April 2026
Ia juga menegaskan siap mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan anggaran dan menyatakan memiliki bukti atas seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan.
Yulianus turut menyampaikan permohonan maaf kepada wali kota atas kegaduhan yang terjadi, serta menyerahkan sepenuhnya keputusan yang akan diambil pemerintah kota.
Ia menyebut, beberapa jam setelah aksi palang kantor viral, dirinya dipanggil Asisten I Setda Kota Sorong.
Baca juga: 220 Jemaah Calon Haji Kota Sorong Jalani Tahap Akhir Persiapan, Daftar Tunggu Tembus 4.412 Orang
Arahan yang diberikan agar menjalankan tugas seperti biasa sekaligus menggelar apel perdana pada Senin (20/4/206) pekan depan di kantor distrik.
"Saya berharap pelayanan di Distrik Sorong Barat bisa kembali normal dan masyarakat tetap terlayani secara baik," kata Yulianus. (tribunsorong.com/ismail saleh)