TRIBUN-SULBAR.COM- Kabar gembira bagi para sarjana muda, kini pemerintah resmi membuka lowongan kerja besar-besaran untuk posisi 30 ribu Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Rekrutmen nasional ini diumumkan melalui akun Instagram resmi Kementerian Koperasi RI pada Rabu (15/4/2026) malam.
Program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat kelembagaan koperasi desa dan kelurahan melalui penempatan tenaga manajerial profesional di berbagai daerah.
Baca juga: Informasi Lowongan Pekerjaan D3 dan S1 April 2026, Segera Daftar!
Baca juga: Lowongan Kerja PAMA April 2026, Terbuka Dua Posisi untuk Experienced Hire
Pendaftaran dibuka mulai 15 April hingga 24 April 2026.
Seluruh proses seleksi dilakukan secara daring melalui laman resmi Sistem Seleksi SDM Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Kementerian Koperasi menegaskan bahwa seluruh tahapan pendaftaran tidak dipungut biaya.
Masyarakat diminta waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen ini.
Pelamar dapat mengakses laman pendaftaran melalui barcode yang tersedia pada poster resmi.
Di situs tersebut, pelamar bisa membuat akun, melihat alur seleksi, membaca pedoman, mencari formasi, hingga mengajukan lamaran sesuai kualifikasi.
Selain itu, tersedia juga timeline pengadaan yang memuat jadwal tahapan seleksi secara lengkap.
Memenuhi ketentuan formasi sesuai kebutuhan daerah dan bidang yang dilamar
Rekrutmen ini menjadi peluang besar bagi lulusan perguruan tinggi, khususnya generasi muda, untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi desa.
Manajer koperasi nantinya diharapkan mampu meningkatkan tata kelola usaha, memperluas akses pasar, memperkuat permodalan, serta mendorong koperasi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Dengan kebutuhan mencapai puluhan ribu orang, program ini diperkirakan menjadi salah satu rekrutmen terbesar pada 2026 di sektor pemberdayaan ekonomi rakyat.
Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Jalur Khusus
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa isu pungutan liar atau janji kelulusan dari oknum tidak bertanggung jawab merupakan penipuan.
Ia memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan adil tanpa jalur khusus.
“Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apa pun,” ujar Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan. Jika ada yang meminta imbalan dengan janji lulus, itu penipuan,” tegasnya.