TRIBUNTRENDs.COM - Di tengah upaya memperkuat ekonomi dari akar rumput, pemerintah membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terjun langsung membangun desa.
Melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop), sebanyak 30.000 posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih resmi dibuka sebuah langkah ambisius yang digadang-gadang menjadi penggerak baru ekonomi lokal di seluruh Indonesia.
Program ini bukan sekadar lowongan kerja biasa, melainkan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat kemandirian desa.
Targetnya pun tak main-main: puluhan ribu koperasi diharapkan sudah terbentuk dalam waktu singkat, menjelang pertengahan 2026.
Baca juga: OJK Garap Aturan Baru, Bank Didorong Danai MBG & Kopdes Merah Putih: Bukan Wajib, Tapi Kami Dorong
Proses seleksi dipastikan berjalan secara transparan dan bebas pungutan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen tersebut.
“Proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel tanpa pungutan biaya,” kata Zulkifli dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya peran manajer koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa, seiring target pembentukan 30.000 unit Kopdes Merah Putih pada Juni–Juli 2026.
“Negara memanggil putra-putri terbaik untuk hadir di desa, kelurahan, dan kampung nelayan. Mari kawal bersama agar yang terpilih benar-benar SDM terbaik demi Indonesia maju,” ujarnya.
Lowongan ini terbuka luas bagi lulusan minimal D4 hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun. Calon pelamar perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting, antara lain:
Kesempatan ini menjadi peluang emas, khususnya bagi lulusan muda yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.
Baca juga: Lowongan Kerja 30 Ribu Manajer Koperasi Desa atau Koperasi Merah Putih, Zulhas: Tidak Ada Titipan
Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi:
https://phtc.panselnas.go.id
Pelamar diwajibkan membuat akun terlebih dahulu dengan mengisi data seperti NIK, nomor KK, nomor HP, dan email aktif, serta mengaktifkan kamera saat proses pendaftaran.
Seleksi akan berlangsung dalam beberapa tahap, meliputi:
Hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada 15–17 Juni 2026.
Peserta yang lolos seleksi akan bekerja di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
“Setelah itu akan dimatangkan lagi, nanti dua tahun di BUMN. Setelah itu, kalau serah terimanya tepat dua tahun maka dia akan ikut di Koperasi Desa Merah Putih,” papar Zulkifli.
Artinya, setelah masa penugasan awal, para manajer berpeluang melanjutkan peran langsung di koperasi desa sebagai bagian dari ekosistem ekonomi lokal.
Baca juga: Nilai Kontrak Tembus Rp 10,8 Triliun, Perusahaan Ini Siapkan 20.600 Truk untuk Koperasi Merah Putih
Manajer Kopdes Merah Putih akan memegang peran krusial, di antaranya:
Program ini juga mendapat dukungan lintas kementerian, mulai dari Kementerian PAN-RB, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Keuangan menjadikannya salah satu proyek strategis nasional dengan skala besar.
Dengan target mencapai 30.000 koperasi, rekrutmen ini bukan hanya peluang kerja, tetapi juga kesempatan langka untuk ikut membentuk masa depan ekonomi desa Indonesia.
***
(TribunTrends/Kompas)