BANGKAPOS.COM,BANGKA- Sebanyak 56 peserta hasil seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari tujuh kabupaten atau kota, di Bangka Belitung dijadwalkan terkumpul paling lambat pada 22 April 2026.
Hal ini pun diungkapkan Analis Kebijakan Ahli Muda sekaligus PPTK Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Bangka Belitung, Yudiansyah terkait proses seleksi anggota Paskibraka tingkat Provinsi Bangka Belitung.
"Setelah data peserta diterima, seleksi tingkat Provinsi akan dilaksanakan selama lima hari yang direncanakan dimulai sekitar 11 Mei 2026," ujar Yudiansyah, Kamis (16/4/2026.
Yudiansyah mengungkapkan pihaknya menunggu, nama-nama peserta terbaik dari masing-masing tujuh Kabupaten atau kota.
"Tahapan saat ini kami sedang persiapan, serta dalam proses mengirim surat permintaan peserta seleksi ke kabupaten atau kota. Kami meminta masing-masing kabupaten kota mengirimkan delapan orang perwakilan, terdiri dari empat putra dan empat putri terbaik peringkat teratas," jelasnya.
Badan Kesbangpol Bangka Belitung juga memastikan melibatkan tim seleksi lintas instansi, mulai dari personel Korem, SPN Polda Babel, asesor dari BKPSDM, termasuk psikolog Provinsi.
"Kita juga melibatkan pula Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia, yang dibentuk oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)," tuturnya.
Mengenai standar penilaian, Yudiansyah memastikan tidak ada perubahan signifikan dibandingkan Paskibraka tahun 2025.
"Seleksi Paskibraka tingkat Provinsi tahun 2026, tetap mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) 2025 sesuai peraturan Deputi BPIP," tuturnya.
Namun, pihaknya memberikan perhatian khusus pada kendala teknis yang sempat terjadi di tingkat daerah, terutama terkait stabilitas jaringan saat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Inteligensia Umum (TIU).
"Kami selalu berkoordinasi dengan tim PIC di BPIP untuk mengantisipasi kendala sinyal di lapangan, agar nilai peserta tetap terinput dengan baik dan tidak ada yang dirugikan secara teknis," ucapnya.
Sementara itu, pihaknya juga memastikan dalam proses seleksi akan berjalan dengan transparan dan objektif.
"Seleksi kita juga melalui aplikasi Transparansi Paski jadi penggunaan sistem digital ini bertujuan, untuk meminimalisir intervensi subjektif atau kedekatan emosional dalam proses penilaian," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).