TRIBUNMATARAMAN.COM | MOJOKERTO - Aksi kekerasan terhadap anak terjadi di Jalan Empunala, Mojokerto, Rabu (15/4/2026), dan viral di media sosial setelah video kejadian tersebut beredar luas.
Dalam video yang beredar, seorang wanita terlihat memukul kepala seorang anak kecil yang sedang dibonceng ibunya.
Video itu diunggah oleh akun @congkalikodok24.
Insiden tersebut diduga dipicu emosi pelaku karena merasa jalannya dipotong secara tiba-tiba.
Meski sempat dilerai oleh warga sekitar, pelaku tetap melanjutkan aksinya dan beberapa kali memukul korban di depan umum.
Baca juga: Viral Video Wanita Dianiaya Suami di Surabaya, Korban Menangis Kesakitan hingga Patah Tulang
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa bermula dari insiden di jalan raya yang memicu pertengkaran antara pelaku dan ibu korban.
Situasi yang awalnya hanya cekcok justru berubah menjadi aksi kekerasan.
Pelaku yang emosi kemudian meluapkan kemarahannya dengan memukul anak kecil yang tidak terlibat langsung dalam permasalahan tersebut.
Aksi ini pun memancing perhatian warga sekitar yang berusaha melerai, namun pelaku tetap bertindak agresif.
Video tersebut langsung menuai gelombang reaksi dari warganet. Mayoritas mengecam keras tindakan pelaku yang dinilai tidak manusiawi, terlebih korban adalah anak kecil.
“Duuh bawa anak juga lo, sama-sama perempuan harusnya bisa saling ngerti… suaranya ngeri mak,” tulis salah satu warganet.
Ada pula yang mengapresiasi perekam video karena dinilai menjadi bukti penting.
“Makasih pak sudah divideoin, jadi ada bukti bagaimana ibu itu main fisik ke anak kecil yang tidak bersalah,” tulis komentar lain.
Sebagian warganet juga menilai kasus ini berpotensi berujung hukum.
“Udah bisa masuk penjara tuh, main fisik. Paling nanti nangis minta maaf,” tulis akun lainnya.
Tak sedikit pula yang mendesak identitas pelaku segera diungkap.
“Tolong infokan ibu itu,” dan “Cari sampai dapat akun emak-emak itu,” tulis beberapa komentar.
Selain itu, ada juga warganet yang mempertanyakan sikap orang di sekitar lokasi kejadian.
“Yang videoin kenapa diam saja? Kalian laki kan?” tulis salah satu komentar bernada kritik.
Namun, di tengah kecaman tersebut, muncul pula komentar bernada emosional bahkan provokatif.
“Lawan Bu, jangan diam saja keplak balik,” hingga “Gunakan kakimu buat nendang,” tulis beberapa komentar lain.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus tersebut.
(tribunmataraman.com/ Mutiara Nora Ayu)