BPJS Ketenagakerjaan Bentuk Agen Perisai di Setiap Desa, Sasar Pekerja hingga Pelosok Morowali
Regina Goldie April 16, 2026 02:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - BPJS Ketenagakerjaan Morowali menyiapkan langkah strategis untuk memperluas cakupan kepesertaan Jaminan Sosial hingga ke wilayah pelosok desa.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Morowali, Makmur, mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh pemerintah desa untuk membentuk agen Perisai di setiap desa.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas perlindungan Jaminan Sosial, khususnya bagi pekerja di sektor informal yang selama ini belum seluruhnya terjangkau.

“Langkah strategis yang akan kita lakukan, kita akan bekerja sama dengan seluruh pihak desa untuk membentuk agen Perisai di setiap desa,” ujarnya saat diwawancarai TribunPalu.com, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Cakupan BPJS Ketenagakerjaan di Morowali Baru 65 Persen, Sektor Informal Jadi Fokus

Menurutnya, agen Perisai akan menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan dalam memfasilitasi masyarakat hingga ke pelosok agar bisa memperoleh akses Jaminan Sosial.

“Supaya bisa memfasilitasi masyarakat sampai ke pelosok-pelosok untuk bisa mendapatkan Jaminan Sosial,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, melalui agen tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap edukasi kepada masyarakat desa dapat dilakukan secara lebih maksimal, terutama terkait manfaat dan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan.

“Melalui agen inilah yang kita harapkan sebagai perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan untuk bisa mengedukasi masyarakat desa, memberikan pemahaman terkait manfaat Jaminan Sosial,” jelas Makmur.

Dengan adanya edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya perlindungan sosial dan dapat melakukan pendaftaran kepesertaan secara mandiri.

BPJS Ketenagakerjaan Morowali optimistis langkah ini akan membantu peningkatan cakupan kepesertaan yang saat ini masih berada di angka sekitar 65 persen. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.