Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah hingga saat ini baru mencapai sekitar 65 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Morowali, Makmur, saat diwawancarai TribunPalu.com di ruang kerjanya.
Menurutnya, capaian tersebut masih menjadi tantangan yang harus terus ditingkatkan, terutama dalam menjangkau pekerja di sektor informal yang jumlahnya cukup besar.
“Sampai saat ini coverage kami itu baru sekitar 65 persen. Ini yang menjadi fokus kita bagaimana pekerja-pekerja informal ini juga bisa kita cover,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Anwar dan Barantin Lepas Ekspor 459 Ton Durian Asal Sulteng ke Tiongkok Senilai Rp42,5 M
Ia menjelaskan, pekerja informal seperti pedagang, buruh harian, petani, nelayan, hingga pekerja mandiri masih belum seluruhnya terjangkau dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan Morowali akan terus mendorong berbagai upaya untuk memperluas kepesertaan agar perlindungan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pekerja, baik di sektor formal maupun informal.
Dengan peningkatan cakupan tersebut, diharapkan seluruh pekerja di Morowali dapat memperoleh jaminan perlindungan sosial yang lebih optimal, khususnya terhadap risiko kecelakaan kerja, kematian, hingga jaminan hari tua.(*)