- Iran mengancam akan memblokir Laut Merah jika blokade Angkatan Laut AS tehadap Selat Hormuz tetap berlanjut.
AS mengumumkan blokade Selat Hormuz setelah gagalnya pembicaraan damai dengan tim perunding Iran akhir pekan lalu di Islamabad, Pakistan.
Militer Iran memperingatkan akan memblokir perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk dan Laut Oman, jika blokade angkatan laut AS berlanjut.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran pada hari Rabu, kepala pusat komando militer Iran mengatakan jika AS melanjutkan blokade dan "menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran", itu akan menjadi "pendahuluan" untuk melanggar gencatan senjata.
"Angkatan bersenjata republik yang kuat tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk berlanjut di Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Ali Abdollahi.
Pernyataan militer Iran tersebut menyusul pengumuman Komando Pusat AS (CENTCOM) pada hari Selasa bahwa mereka telah "menghentikan sepenuhnya" perdagangan maritim ke dan dari Iran.
Pernyataan tersebut muncul setelah CENTCOM memulai blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak Senin, 13 April 2026.
Komando tersebut mengatakan blokade tersebut "diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara" yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Pasukan angkatan laut AS dilaporkan mendirikan blokade di sepanjang garis antara Teluk Gwadar dan Ras al Hadd, di mana lalu lintas kapal yang padat terus berlanjut sejak operasi dimulai.
#Blokade #Laut Merah #Selat hormuz