TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah puluhan tahun mengabdi justru tersandung kasus pidana atau hukum. Oknum ASN di Kabupaten Seruyan diamankan polisi setelah nekat mencuri sepeda motor di wilayah Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kasus ini turut diungkap dalam press release Polres Kotim yang digelar, Kamis (16/4/2026) pagi, sebagai bagian dari rangkaian pengungkapan sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah tersebut.
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Ketapang AKP Anis membenarkan bahwa pelaku berinisial NP (47) merupakan seorang ASN aktif.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Motifnya karena terdesak ekonomi dan adanya kesempatan saat melihat kunci motor masih terpasang,” ujar AKP Anis.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/4/2026) di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Diceritakan, pelaku awalnya datang ke rumah korban dengan maksud meminta bantuan uang, seperti yang pernah dilakukannya sebelumnya.
Namun, setelah beberapa kali mengetuk pintu, tidak ada jawaban dari penghuni rumah. Saat hendak beranjak pergi, langkahnya terhenti.
Di halaman rumah, terparkir sebuah sepeda motor dengan kunci kontak yang masih tergantung. Situasi sepi membuat niat jahat itu muncul.
Tanpa banyak pertimbangan, pelaku langsung membawa kabur kendaraan roda dua tersebut.
Belakangan diketahui, pelaku merupakan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) di Pemerintah Kecamatan Seruyan Raya. Ia bahkan telah mengabdi selama kurang lebih 20 tahun sebagai ASN.
"Untuk statusnya, yang bersangkutan merupakan PNS di salah satu kabupaten, yaitu Seruyan. Kami juga sudah menyurati instansi terkait untuk tindak lanjut terhadap yang bersangkutan,” jelas Kapolsek.
Kasus ini menjadi perhatian tersendiri karena pelaku merupakan bagian dari aparatur negara yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.
Baca juga: Polres Kotim Ungkap Kasus Curanmor, Tersangka Manfaatkan Kelalaian Korban Tinggalkan Kunci di Motor
Baca juga: Dipergoki Anak Korban, Aksi Curanmor di Ketapang Kotim Kalteng Berakhir di Jalan Pelita Barat
Pengungkapan kasus ini juga menambah daftar curanmor yang berhasil diungkap Polres Kotim dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam press release tersebut, polisi menegaskan bahwa sebagian besar aksi curanmor terjadi karena adanya kelalaian korban, seperti meninggalkan kunci kontak di kendaraan.
“Ini menjadi pelajaran bersama. Kesempatan itu sering muncul dari kelalaian. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada,” pungkasnya.