TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Citarum, tepatnya di depan toko aluminium dan kaca kawasan Bugangan, Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (16/4/2026) dini hari.
Insiden yang melibatkan motor dan light truk tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.40 WIB.
Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita Candra, menjelaskan kecelakaan melibatkan motor Honda Supra warna hitam dengan sebuah truk Isuzu NMR 71 warna putih.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Karanganyar Libatkan 3 Kendaraan, 1 Meninggal, Ini Identitasnya
Baca juga: Aksi Brutal Oknum TNI Bawa Parang Rusak Rumah Warga, Teriak Tantang Penghuni
Korban meninggal diketahui bernama Gatot (44), warga Kecamatan Semarang Timur yang bekerja sebagai karyawan swasta.
Dia mengalami cedera di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Kota Semarang.
Sementara itu, pengemudi truk, Kasnadi (41), warga Kecamatan Ngaliyan, selamat dari insiden tersebut.
Berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah Jalan Soekarno-Hatta menuju Bundaran Bubakan.
Diduga, korban kurang waspada saat berkendara dan mengambil jalur terlalu ke kanan.
“Sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan truk yang datang dari arah berlawanan,” jelas Iptu Novita.
Menanggapi kabar yang beredar di media sosial yang menyebut peristiwa tersebut sebagai tabrak lari, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono, membantah tegas narasi tersebut.
“Bukan tabrak lari, itu motor terlalu ke kanan hingga menabrak truk Isuzu dari lawan arah,” tegasnya.
Seorang warga sekitar, Ari (50), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban dan bengkel di dekat lokasi kejadian, turut membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dia menyebut korban sudah dalam kondisi meninggal saat ditemukan.
“Ditemukan sudah meninggal,” ujar Ari.
Dia juga sempat mendengar bahwa truk yang terlibat kecelakaan diduga sempat melarikan diri sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian.
Namun, dia tidak mengetahui secara pasti detail sebenarnya.
Menurut Ari, ruas Jalan Citarum terbilang ramai.
Kondisi itu diperparah dengan adanya pengalihan arus lalu lintas akibat perbaikan jalan di kawasan Kaligawe.
“Kalau siang padat, soalnya ada perbaikan jalan, jadi banyak yang lewat sini,” kata dia. (rez)