Helikopter Jatuh di Sekadau! 5 Sebab Kecelakaan dan Pengamat Kritik Lambannya Respon Penanganan
Syahroni April 18, 2026 05:24 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX di Kalimantan Barat masih menyisakan tanda tanya besar terkait penyebab pasti kecelakaan.

Namun, seorang pengamat transportasi udara menilai bahwa faktor teknis menjadi penyebab paling dominan dalam insiden tersebut.

Syarif Usmulyani Alqadrie, pengamat transportasi udara Kalimantan Barat sekaligus Ketua Masyarakat Transportasi Udara Indonesia (MTUI) Kalimantan, menjelaskan bahwa dalam dunia penerbangan terdapat lima faktor utama penyebab kecelakaan.

Baca juga: 8 Korban Helikopter PK-CFX Berhasil Diidentifikasi: Jenazah Joko Catur P Diserahkan ke Keluarga

Kelima faktor tersebut meliputi faktor manusia, cuaca, gangguan udara, kondisi landasan (runway), serta faktor teknis seperti mechanical dan maintenance.

“Kalau boleh saya katakan, mechanical dan maintenance itu bisa sampai 90 persen, sedangkan faktor manusia sekitar 10 persen,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu 18 April 2026.

Menurutnya, berdasarkan analisis awal, faktor teknis memiliki kemungkinan paling besar menjadi pemicu kecelakaan helikopter PK-CFX.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi cuaca saat kejadian tidak menunjukkan indikasi sebagai penyebab utama.

Baca juga: VIDEO - Yohanes Gemetar dengar Ledakan Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Tewaskan Victor COO KPN

“Dari video yang saya lihat, cuacanya terang, jadi bukan faktor cuaca"

"Pesawat juga tidak jatuh menukik, tapi seperti masih berusaha melakukan pendaratan darurat,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih bersifat sementara.

Kepastian penyebab kecelakaan tetap harus menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang, termasuk analisis data dari black box pesawat.

Tak hanya soal penyebab, Syarif juga menyoroti proses penanganan awal dalam pencarian helikopter yang dinilai kurang cepat.

Ia menyebutkan bahwa dalam situasi darurat penerbangan, respons seharusnya bisa dilakukan dalam hitungan menit.

Namun, dalam kasus ini, dibutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk memastikan titik lokasi hilangnya helikopter.

Hal ini dinilai menjadi catatan penting dalam sistem penanganan darurat, khususnya terkait koordinasi antarinstansi.

Tragedi ini tidak hanya menjadi duka, tetapi juga menjadi evaluasi penting bagi dunia penerbangan, terutama dalam aspek perawatan pesawat dan kecepatan respons saat kondisi darurat terjadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.