TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tatap mata Royamser Simanungkalit tertuju di depan tempat peristirahatan terakhir anak kedua mereka, Bripda Natanael Simanungkalit di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis, 16 April 2026.
Sorot mata ini sama ketika jenazah Bripda Natanael Simanungkalit, anak kedua dari empat bersaudara itu tiba di rumah duka, tepatnya di Perumahan Buana Mas Platinum, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa, 14 April 2026.
Tak banyak kalimat yang keluar dari lisannya sejak prosesi pemakaman anaknya yang tewas karena dianiaya sesama rekannya anggota Polri di mess Bintara Remaja Mapolda Kepri pada Senin, 13 April 2026 malam.
Termasuk saat ia berbincang dengan seorang perwira Polda Kepri saat upacara kedinasan di rumah duka, sesaat menuju TPU Sei Temiang.
Berbeda dengan ayah Bripda Natanael Simanungkalit. Sang ibu, Rosdewi Br Napitupulu terlihat lebih tenang, meski kesedihan masih tampak pada wajahnya.
Sejumlah keluarga dan kerabat Bripda Natanael Simanungkalit mengantar ke TPU Sei Temiang.
Selain mereka, tampak sejumlah anggota Polda Kepri yang ikut dalam prosesi pemakaman itu.
Termasuk anggota Brimob dan Ditsamapta Polda Kepri.
Sebagai informasi tambahan, Bripda Natanael Simanungkalit yang berumur 20 tahun merupakan lulusan SMA Negeri 19 Batam.
Setelah lulus, ia berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Polri.
Ia resmi dilantik pada Januari 2026 sebagai bagian dari angkatan 53.
Sejak itu, Natanael tinggal di mess Bintara Remaja Polda Kepri, menjalani masa awal pengabdiannya sebagai polisi.
Sebelum dibawa ke TPU Sei Temiang, perwakilan keluarga menyatakan sikap mereka.
Perwakilan keluarga menyerahkan jenazah Natanael Simanungkalit untuk dimakamkan secara dinas.
Seorang pria lain yang diamanahkan perwakilan keluarga sebagai penasihat hukum meminta agar kasus ini segera dituntaskan.
"Tolong Bapak jangan ada yang disembunyikan," ucapnya.
Ia juga meminta kepada anggota polisi yang piket saat malam kejadian juga diperiksa.
"Kami berharap, anak kami ini yang pertama dan terakhir. Supaya anak-anak kita yang menjadi polisi tetap tumbuh semangatnya," harapnya. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/*)