PROHABA.CO, BANDA ACEH - Bertambah lagi satu museum di Aceh. Namanya Museum Indrapurwa.
Letaknya di Sekretariat Ikatan Pemuda Peukan Bada (IPPB), dekat Mapolsek Peukan Bada.
Tepatnya di Gampong Lam Geu Eue, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Kehadiran museum baru ini murni merupakan hasil kreasi Ikatan Pemuda Peukan Bada (IPPB).
Museum ini resmi dibuka untuk umum setelah melalui proses kurasi koleksi selama sebulan terakhir.
Hal itu disampaikan Kepala Museum Indrapurwa, Saifullah didampingi jajarannya ketika menerima kunjungan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), Piet Rusdi SS, dalam rangka survei registrasi museum, Senin (13/4/2026).
Museum ini beroperasi mulai 09.00-12.00 dan14.00- 17.00 WIB setiap Senin s.d. Jumat.
“Pengunjung tidak dikutip bayaran,” kata Saifullah menjawab Prohaba.co, Rabu (15/4/2026) pagi.
Ia tambahkan bahwa Museum Indrapurwa dirancang sebagai ruang edukatif yang interaktif dengan menyiapkan koleksi bersejarah yang autentik untuk bahan belajar generasi muda.
Baca juga: Bupati Haili Yoga Komit Tingkatkan Kualitas Museum Negeri Gayo sebagai Pusat Pendidikan Kebudayaan
Baca juga: Pemerintah Aceh Sertakan Para Guru Besar Bahas Perubahan UUPA
Adapun Indrapurwa merupakan nama salah satu Kerajaan Hindu kuno di Aceh yang lokasinya diperkirakan berada di wilayah Aceh Besar saat ini.
Diperkirakan di kawasan Lambaduek atau di sekitar Pulau Tuan, Aceh Besar.
“Museum ini menampilkan berbagai artefak penting, mulai dari peninggalan prasejarah, benda-benda bersejarah kerajaan, hingga dokumentasi perkembangan sosial dan budaya masyarakat,” rincinya.
Kehadiran Museum Indrapurwa tersebut ia harapkan dapat menjadi pusat penelitian dan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Ke depan tidak hanya itu, museum ini juga ditargetkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Museum Indrapurwa siap menjadi ikon baru dalam pelestarian sejarah sekaligus sarana rekreasi yang bernilai edukatif, “ ujarnya.
“Terima kasih kepada Kepala BPK Wilayah 1 Aceh dan tim yang telah mengunjungi kami dalam rangka survei pendaftaran museum, terima kasih juga kepada Pemkab Aceh Besar melalui Disdikbud, Camat Peukan Bada, Sekcam Peukan Bada dan jajaran, serta pihak lainnya yang ikut mendukung Museum Indrapurwa,” tutupnya.
Sebelumnya, Aceh memiliki sejumlah museum.
Di antaranya, Museum Tsunami, Museum Negeri Aceh, Museum dan Perpustakaan Ali Hasjmy, Museum Bireuen, Museum Lhokseumawe, Museum Pidie, Museum dan Rumoh Cut Nyak Dhien di Lampisang, Aceh Besar.
(Yarmen Dinamika)
Baca juga: Minggu Besok, Ada Pameran Lukisan Karya Anak Aceh di Museum Tsunami
Baca juga: Mahasiswa UIN Ar-Raniry Belajar Filologi Islam Nusantara di Museum Manuskrip Aceh Milik Cek Midi
Baca juga: Haikal Arshavin, Siswa SMA Unggul Cut Nyak Dhien Langsa Wakili Aceh di Jambore Polandia 2027