SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak di kawasan pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis (16/4/2026).
Helikopter yang beroperasi untuk perkebunan KPN Plantation itu diketahui hilang kontak di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman sekitar pukul 08.39 WIB.
Kabar ini diterima Kantor SAR Pontianak pada pukul 10.40 WIB melalui laporan dari pihak AirNav.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyatakan bahwa tim SAR langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.
Baca juga: Uang Panas yang Diduga Diterima Hery Susanto dari Korupsi Rp 1,5 M, Lebih Sepertiga Kekayaannya
“Benar, saat ini kami sudah mengirimkan 20 personel menuju ke lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data awal, titik perkiraan lokasi kejadian berada pada koordinat 00°12'00" LS – 110°44'00" BT, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.
Helikopter PK-CFX diketahui sedang dalam perjalanan dari Kabupaten Sintang menuju Pontianak sebelum akhirnya kehilangan kontak di tengah perjalanan.
Tim SAR gabungan dari Sintang telah lebih dahulu bergerak menuju lokasi, disusul tambahan 20 personel dari Pontianak untuk memperkuat proses pencarian.
Hingga saat ini, kondisi helikopter maupun kru di dalamnya masih belum diketahui.
Medan yang cukup sulit dan berada di kawasan pedalaman menjadi tantangan besar dalam operasi pencarian.
Meski demikian, upaya maksimal terus dilakukan oleh tim rescue guna menemukan titik keberadaan helikopter secepat mungkin.
Perkembangan situasi masih terus dipantau, dan masyarakat diharapkan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait hasil pencarian dan kondisi terkini di lapangan.
Helikopter tersebut diketahui mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.
Helikopter ini diawaki oleh pilot Capt. Marindra Wibowo dan teknisi Harun Arasyid, serta membawa enam penumpang yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Begitu laporan diterima, operasi pencarian langsung dilakukan secara besar-besaran.
Tim SAR gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas, dikerahkan menuju lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya helikopter.
Pos SAR Sintang mengirim tim rescue lengkap dengan peralatan medis dan evakuasi.
Sementara itu, Kantor SAR Pontianak juga menurunkan tim tambahan beserta perangkat komunikasi canggih seperti direction finder dan jaringan Starlink untuk memastikan koordinasi tetap berjalan di wilayah yang minim sinyal.
Namun, proses pencarian tidaklah mudah. Medan hutan yang lebat serta kondisi cuaca di kawasan Sekadau menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Hingga saat ini, keberadaan helikopter maupun kondisi seluruh kru dan penumpang masih belum diketahui.
Tim SAR terus berupaya maksimal menembus lokasi untuk menemukan titik pasti dan melakukan evakuasi.
Pantauan Tribun Pontianak (grup surya.co,id) di sekitar Jalan Trans Kalimantan, sejumlah kendaraan tim SAR melaju kencang menuju lokasi kejadian.
Sedikitnya tiga kendaraan terlihat melintas, terdiri dari dua kendaraan bak yang dilengkapi tandu dan perlengkapan SAR, serta satu kendaraan box menyerupai ambulans yang mengikuti di belakang.
Tak hanya itu, sebanyak 20 personel SAR juga telah dikerahkan untuk memperkuat operasi pencarian di lapangan.
“Kami sudah mengirimkan 20 personel menuju ke lokasi,” ujar I Made Junetra.
Berdasarkan data awal, titik perkiraan hilangnya kontak berada di koordinat 00°12'00" LS – 110°44'00" BT, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.
Tim SAR gabungan dari Sintang bahkan telah lebih dahulu bergerak menuju lokasi, disusul tambahan personel dan peralatan dari Pontianak.
Kehadiran kendaraan dan perlengkapan lengkap diharapkan dapat mempercepat proses pencarian di kawasan yang dikenal memiliki medan cukup sulit.
Hingga saat ini, kondisi helikopter maupun kru di dalamnya masih belum diketahui.
Proses pencarian terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak demi menemukan titik keberadaan helikopter secepat mungkin.
Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Marindra Wibowo telah menerbangkan helikopter sejak tahun 2002.
Ia saat ini bekerja sebagai helicopter pilot di KPN Plantation sejak Januari 2020 dan menerbangkan helikopter Airbus H-130T2, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).
Marindra juga memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut.
Selain pengalaman profesional, ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen.
Ia juga mengikuti berbagai pelatihan penerbangan, termasuk pelatihan Airbus H-130T2 di Airbus Training Center serta pelatihan AW109 di Agusta Westland Training Academy, Italia.