Aksi Demonstrasi di Kantor DPRD Bangka Belitung, Edi Nasapta Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Ardhina Trisila Sakti April 16, 2026 05:23 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Edi Nasapta memastikan perhatiannya terhadap kesejahteraan tenaga pendidik di Negeri Serumpun Sebalai.

Hal ini diungkapkan usai puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi, menyampikan aspirasi terkait dengan nasib para guru khususnya guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

"Insyaallah kedepan bisa menjadi concern (perhatian) kita bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru honorer, dengan menstimulankan APBD kita untuk hal-hal terkait daripada kesejahteraan guru honorer tersebut," ujar Edi Nasapta, Kamis (16/4/2026).

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, guna tetap mengakomodir kesejahteraan para guru di setiap daerah. 

"Kita mendorong daripada Pemerintah Pusat dengan formasi yang kita usulkan, untuk dapat menerima sebanyak-banyaknya tenaga guru atau tenaga pendidik," tuturnya.

Diketahui sebelumnya puluhan mahasiswa datang sekitar pukul 14.00 wib, dengan membawa sejumlah aspirasi mulai dari isu guru honorer hingga sektor kesejahteraan lainnya.

Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi, di Kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung, Kamis (16/4/2026).
Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi, di Kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung, Kamis (16/4/2026). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/Rizki Irianda Pahlevy)

Selain itu ada pula beberapa isu nasional di antaranya penyiraman air keras aktivis kontras, serta minimnya fasilitas pendidikan. 

Namun sejumlah mahasiswa mulai dari Universitas Anak Bangsa, Uniper hingga IAIN SAS Bangka Belitung, tidak melakukan penyampaian aspirasi secara langsung. 

Hal ini dikarenakan mahasiswa menuntut hadirnya Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Didit Srigusjaya, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T Sihombing, Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Nur Wahyudi yang berhalangan hadir.

"Jadi adik-adik mahasiswa sepakat, untuk tidak menyampaikan apa-apa. Jadi kita juga tidak memaksakan, bahwa mereka harus sampaikan saja. Tapi surat sih sudah kita terima dan insyaallah, sebagai pendorong bagaimana mengedepankan kesejahteraan guru," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.