Renungan Harian Kristen 17 April 2026 - Meneguhkan Sebuah Karya
Bacaan ayat: Lukas 24:41-43 (TB) Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Sumpah seringkali dipakai banyak orang untuk meyakinkan orang lain bahwa apa yang dinyatakannya adalah benar.
Dalam banyak kesempatan sumpah menjadi cara yang efektif untuk meyakinkan. Hal ini didasarkan pada kesadaran, jika seseorang berani menarik sesembahan untuk dijadikan sebagai saksi maka itu meyakinkan.
Asumsinya, mustahil ia berbohong sementara saksinya ialah Tuhan. Apalagi dibumbui ancaman hukuman; siapa yang mau celaka hidupnya hanya untuk sebuah kebohongan?
Pada akhirnya, waktu akan menjadi batu uji kebenaran. Ironisnya, bahkan sumpah jabatanpun bisa diabaikan ketika bersentuhan dengan kepentingan dan keuntungan.
Tinggallah orang-orang yang dikecewakan dan trauma sehingga sulit sekali percaya kepada orang lain. Itu sebabnya, sumpah tidak lagi berlaku bagi orang percaya.
Katakan ya jika ya, dan katakan tidak jika tidak. Selebihnya berasal dari si jahat!
Yesus bangkit. Namun ini fakta yang sulit diterima. Percaya kepada kebangkitan, iya! Tapi itu nanti, bukan sekarang! Inilah problematika manusia.
Iman seringkali didorong ke masa depan, atau ditarik ke masa lalu. Tidak hari ini. Itu sebabnya Yesus dengan sengaja tampil membuktikan diri bahwa Ia memang bangkit sekarang.
Mau tidak mau, para murid seakan dipaksa untuk percaya kepada realita kebangkitan Yesus.
Belum cukup dengan menunjukkan tangan dan kaki-Nya, yang terluka saat penyaliban, Yesus tampil dengan pertanyaan, "Adakah padamu makanan di sini?" Tentu jangan berfikir bahwa Yesus kelaparan sehingga perlu makanan.
Yesus sedang membuktikan bahwa Ia adalah nyata. Ia tampil sebagai sebuah realita sebagaimana adanya Dia.
Dalam hal ini makan ikan goreng dihadapan para murid seharusnya cukup untuk menjadi bukti bahwa Ia benar bangkit.
Yesus hendak meneguhkan iman para murid bahwa Ia benar Mesias yang dijanjikan.
Selanjutnya tugas menanti. Para murid tidak hanya diteguhkan imannya. Mereka diutus untuk menjadi saksi, bahwa Yesus hidup.
Iman itu nyata, senyata realita hari ini. Sangat banyak fakta yang meneguhkan bahwa iman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat tersebar disekitar kita.
Banyak pengalaman yang meneguhkan. Hanya perlu peka untuk menemukan kehadiran-Nya.
Setiap hari ialah berkat dan anugerah, saat perjumpaan dengan Tuhan terjadi. Jumpai Dia dalam setiap pengalaman kehidupan. Yesus hidup. Ia terus berkarya. Percayalah..! Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang