BANGKAPOS.COM -- Profil Melanie Subono, cucu BJ Habibie yang desak 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) di drop out (DO).
Melanie Subono, yang dikenal sebagai artis sekaligus pegiat sosial.
Terbaru dia mendesak 16 mahasiswa Fakultas Hukum UI yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual melalui grup WhatsApp dan LINE segera dikeluarkan dari kampus.
Menurut Melanie, tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.
"Mereka harus di-DO. Out. Harus," tegasnya, dikutip dari Tribun Jakarta.
Baca juga: Terungkap Motif 4 Oknum TNI Pelaku Siram Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Ia juga menyoroti isi percakapan para pelaku yang diduga berisi candaan bernuansa seksual hingga merendahkan korban. Bagi Melanie, hal tersebut mencerminkan rendahnya moral dan cara berpikir.
"Yang isi chat atau becandaannya bawa-bawa fisik atau hinaan ke orang lain, itu emang rasanya apa sih?" ujarnya.
Melanie pun mempertanyakan kualitas intelektual para pelaku jika candaan yang mereka lontarkan justru bersifat merendahkan.
Ia menegaskan, sebagai mahasiswa, seharusnya mereka mampu menunjukkan sikap yang lebih dewasa serta menjunjung etika.
"Kok kasihan negara ini kalau sampai lulusannya nanti berijazah tapi sekadar di kertas karena otak dan moralnya enggak," lanjutnya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung fenomena permintaan foto tidak pantas melalui pesan pribadi di media sosial.
"Sama kayak yang beraninya minta foto seksi di WA atau DM, itu kasihan sebenarnya. Dalam kehidupan aslinya pasti pengecut," tambahnya.
Melanie Subono lahir di Hamburg, Jerman, pada 20 Oktober 1976. Ia merupakan putri dari Adrie Subono, yang merupakan keponakan Presiden ke-3 RI, B. J. Habibie.
Praktis Melanie adalah cucu keponakan BJ Habibie.
Dalam dunia hiburan, Melanie dikenal menyukai musik rock and roll.
Ia sempat merilis album, meski karya pertamanya tidak mendapat respons besar. Pada akhir 2007, ia kembali merilis album berjudul Myself dengan harapan meraih hasil lebih baik.
Melanie juga pernah menikah dengan atlet judo, Martua Radja Simatupang.
Aktif Sebagai Pegiat Sosial
Selain berkarier di dunia musik, Melanie aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Ia tercatat sebagai bagian dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.
Ia juga dikenal vokal dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.
Salah satu contohnya saat polemik UU Cipta Kerja mencuat. Melalui akun Instagram pribadinya, Melanie melontarkan kritik tajam kepada anggota DPR.
"Selamat tidur, Semoga semua orang tidur ber-AC diruang dengan kasur besar yang besok sarapan sudah siap lengkap tersedia dimeja, masuk kerja telat pun tetap terima gaji," tulis Melanie Subono dikutip dari Instagram @melanesubono, Rabu (7/10/2020).
"Hai para pengkhianat, tidur tenang semalam? bobo enak? saldo bank aman? dapat proyek baru? mobil baru? sudah panggil kang pijet ke rumah, kan pegel abis miting-miting panjang?" tulis Melanie Subono,
Ia juga menyinggung janji-janji politik yang menurutnya hanya muncul saat masa pemilihan.
"Sudah mulai susun pidato untuk mulai pemilihan pemilihan lain kah? apa isinya? membela yang kecil? menuntaskan kasus yang tak pernah selesai?" ujar Melanie Subono.
"Apa slogan kalian kali ini? bekerja untuk yang cilik? sama kayak slogan-slogan yang bertebaran pas Pil-pil lain?" tulis Melanie Subono lagi.
Melanie mengaku telah mengikuti isu ini sejak lama dan merasa kecewa atas pengesahan kebijakan tersebut.
"Gue udah mengawal omnibus law ini dari lama, bukan pas pengesahan ini," kata Melanie Subono dilansir dari Grid.ID, Rabu (7/10/2020).
"Tapi ya kayak orang patah hati tahu gak sih, Gue udah gak bisa komen apa-apa lagi pada dasarnya," sambungnya.
Ia juga menilai masyarakat dapat menilai sendiri keberpihakan pemerintah melalui kebijakan yang diambil.
"Sudah terbukti berarti orangnya seperti apa. Sekala prioritasnya sudah terbukti apa yang di atas apa yang di bawah. Dan lagi lagi dilakukan dengan sembunyi-sembunyi," tuturnya
"Kalau melakukan sesuatu yang jelas sangat open. Kalau sembunyi-sembunyi ya begitu dikira-kita aja sendiri," tambahnya.
Melanie secara tegas menyatakan penolakannya terhadap UU tersebut. Menurutnya, tanpa kebijakan itu pun masyarakat kecil sudah menghadapi banyak kesulitan.
Ia juga menyinggung nilai perjuangan para pahlawan bangsa sebagai alasan dirinya bersuara.
"Kenapa perlu bersuara? Karena kita setengah mati punya pahlawan dulu yang pengin membebaskan kita dari penjajah. Kok kita dijajah bangsa sendiri kita mau diem?" tegasnya.
(Surya.co.id/Tribunnews.com/Bangkapos.com)