Sosok Sampurno, Kades Lumajang Jadi Korban Pembacokan, Diduga Cekcok di Pengajian, Sebut Salah Paham
Eri Ariyanto April 16, 2026 06:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama Sampurno, Kepala Desa (Kades) Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendadak menjadi sorotan publik setelah dirinya menjadi korban pembacokan dalam sebuah insiden mengejutkan.

Dugaan sementara, aksi kekerasan itu dipicu oleh cekcok antara korban dan pelaku yang dipicu kesalahpahaman usai pengajian.

Situasi yang awalnya tenang berubah tegang ketika adu argumen tak terhindarkan, hingga berujung tindakan nekat.

Warga sekitar pun sontak geger mendengar kabar pembacokan yang menimpa sosok kades yang dikenal cukup aktif di lingkungan masyarakat itu.

Korban disebut mengalami luka akibat serangan senjata tajam dan langsung mendapat penanganan medis.

Sementara itu, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi pasti kejadian tersebut.

Kasus ini kini masih didalami lebih lanjut, termasuk motif sebenarnya di balik insiden yang diduga bermula dari salah paham tersebut.

Baca juga: Dramatis! KPK Gerebek Ruang Kerja Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Penggeledahan Besar-besaran Terjadi

Seperti diketahui, Kepala Desa (Kades) Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno, menjadi korban pengeroyokan menggunakan senjata tajam oleh 15 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026) siang.

Peristiwa tersebut diduga dipicu cekcok saat acara pengajian dan berujung pada kesalahpahaman hingga pembacokan. Akibatnya ia mengalami luka di kepala dan bahu kanan.

Kini, Sampurno telah pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang pada Rabu (15/4/2026) malam usai menjalani perawatan intensif.

Diduga Bermula dari Cekcok saat Pengajian

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa korban sebelumnya sempat cekcok dengan seseorang pada saat menghadiri acara pengajian di Kecamatan Ranuyoso pada Selasa (14/4/2026).

Namun keesokan harinya, ada sekitar 15 orang datang ke rumah Sampurno. Mereka sempat cekcok sebelum akhirnya terjadi penganiayaan.

"Sempat ada pembicaraan antara terduga pelaku dan Kades Pakel, intinya terduga mengonfirmasi apa alasannya marah-marah saat acara pengajian di Ranuyoso," kata Suprapto, Rabu (15/4/2026) dikutip dari Kompas.com.

Menurut dia, saat dicecar pertanyaan oleh pelaku, Sampurno hanya diam dan meminta maaf.

"Kemudian, terduga pelaku, beberapa orang langsung melakukan pengeroyokan terhadap Kades Pakel dengan menggunakan sajam," tandasnya.

PENGANIAYAAN VIRAL - Polisi olah TKP pembacokan Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Rabu (15/4/2026)(KOMPAS.com/MIFTAHUL HUDA) (KOMPAS.com/MIFTAHUL HUDA)

Sebut Pembacokan Didasari Salah Paham

Sampurno menyebut bahwa insiden pembacokan yang menimpa dirinya didasari sebuah kesalahpahaman.

"Ya mungkin Mas Dani marah sama saya, enggak ada (masalah), iya (salah paham)," kata Sampurno, dikutip dari Kompas.com.

Kendati demikian, tidak diketahui siapa Dani yang dimaksud Sampurno dan apa yang dilakukannya hingga terjadi kesalahpahaman.

Sampurno lantas meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang telah terjadi.

"Semoga jadi pelajaran buat saya, maafkan saya ya," tutut Sampurno.

Polisi Masih Kejar Pelaku dan Mendalami Motif

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, mengatakan bahwa saat ini Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur usai kejadian.

Ia juga belum bisa memastikan motif penganiayaan tersebut sebelum para pelaku ditangkap.

"Barang bukti sajam (senjata tajam/celurit) tidak ada karena langsung dibawa pelaku, saat ini tim sedang melakukan pencarian terhadap pelaku," pungkasnya.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.