Tim peneliti Universitas Airlangga (Unair) menemukan senyawa yang berpotensi sebagai antikanker dari daun tanaman lokal bernama Apa-Apa (Flemingia macrophylla).
Riset yang dipimpin Prof Dr Mulyadi Tanjung dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair mencatat pemilihan tanaman tidak dilakukan secara sembarangan.
"Dalam pemilihan riset ini, kami memperhatikan aspek ilmiah, pendidikan dengan melibatkan mahasiswa, dan aspek praktis agar ke depan bisa dikembangkan," kata Mulyadi.
Dari penelitian tersebut, tim menemukan dua senyawa baru, yakni deoksihomoflemingin dan 3-hidroksiflemingin A. Keduanya kemudian diuji pada sel kanker serviks dan kanker payudara.
Hasilnya, disebut kuat dalam menghambat sel kanker. "Senyawa dari tumbuhan biasanya berasal dari metabolit sekunder untuk pertahanan diri. Kami melihat ada potensi dari tanaman ini," ujarnya, dalam keterangan tertulis Kamis (16/4/2026).
Apa itu Tanaman Apa-apa?
Tanaman Apa-Apa sebenarnya sudah lama dikenal di masyarakat, terutama digunakan untuk perawatan organ reproduksi wanita secara tradisional. Namun, penelitian ilmiahnya masih terbatas.
Mulyadi menyebut, minimnya riset justru menjadi peluang besar untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.
"Belum banyak penelitian yang membahas senyawa baru dari daun ini, jadi potensi risetnya besar," katanya.
Ia menambahkan, senyawa yang ditemukan timnya memiliki struktur kimia berbeda dari penelitian sebelumnya. Dari uji awal, hasilnya juga dinilai cukup menjanjikan.
Meski begitu, penelitian ini masih dalam tahap awal, yakni uji in vitro di laboratorium. Ke depan, riset akan dilanjutkan ke tahap uji pada hewan (in vivo) hingga uji klinis.
"Saat ini masih tahap awal, nanti akan dilanjutkan lagi untuk melihat potensi lainnya," ujarnya.
Ia berharap, temuan ini bisa menjadi salah satu alternatif pengembangan pengobatan kanker sekaligus memperkuat riset Indonesia di tingkat global.
Tanaman Flemingia macrophylla atau dikenal sebagai daun 'apa-apa' sejak lama digunakan masyarakat Jawa untuk pengobatan, mulai dari kesehatan reproduksi wanita hingga perawatan kulit. Tanaman ini juga kerap dikaitkan dengan hal mistis.
Namun, hasil riset tim Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) menemukan fakta berbeda. Daun apa-apa ternyata mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai antikanker, khususnya untuk kanker serviks dan payudara.
Penelitian menunjukkan tanaman ini memiliki kandungan flavonoid jenis calkon tergeranilasi dengan aktivitas antioksidan tinggi. Senyawa ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk pada tahap awal penyebaran hingga memicu kematian sel kanker.
Tim peneliti juga menemukan dua senyawa baru, yakni deoksihomoflemingin dan 3-hidroksiflemingin A, yang dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan obat kanker berbasis bahan alam.
Daun dipilih sebagai fokus penelitian karena menjadi bagian tanaman yang paling banyak mengandung senyawa aktif. Tanaman ini sendiri banyak ditemukan di Jawa Timur dan tumbuh liar di lingkungan masyarakat.
Ke depan, penelitian akan dikembangkan untuk mengeksplorasi jenis Flemingia lain di Indonesia guna memperluas potensi sebagai sumber obat antikanker.





