PMI Bangka Gencarkan Donor Darah di OPD
Ajie Gusti Prabowo April 16, 2026 08:50 PM

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka menggeliatkan donor darah di sejumlah tempat. Di era kepemimpinan Wakil Bupati Bangka, Syahbudin sebagai Ketua PMI Bangka, kegiatan donor darah bakal digalakkan di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Bangka.

Hal itu Syahbudin sampaikan saat acara halalbihalal PMI Bangka, Kamis (16/4) di Sungailiat, Kabupaten Bangka. "Kami merasah berterima kasih yang telah hadir dalam kesempatan berbahagia ini untuk menjaga silahturahmi," kata Syahbudin.

Pihaknya menyadari bahwa selaku insan sosial dan keberadaan sehari-hari melayani masyarakat, tentu banyak hal-hal yang kurang pantas, tidak cocok, menyinggung perasaan. "Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mohon maaf yang sebesar-sebesarnya sebagai Ketua PMI Bangka," ucapnya.

Ia menyampaikan, kegiatan PMI Kabupaten Bangka secara rutin telah menjadwalkan kegiatan-kegiatan donor darah di beberapa OPD. "Dua hari yang lalu kita melaksanakan donor darah di Diskominfotik dan mendapat sekitar 10 kantong darah. Kemarin juga kita melaksanakan donor darah di PT MSP dan mendapatkan 83 kantong darah. Tapi saya agak kecewa, di perusahaan hasilnya bagus, tapi di Pemda sendiri kita dapat sedikit," jelasnya.

Pihaknya akan melakukan cara atau treatmen tertentu sehingga lebih banyak yang ingin bersinergi dalam melaksanakan donor darah. "Kendati demikian, kami berterima kasih kepada masyarakat, terutama para pendonor kita yang aktif mendonorkan darahnya di Kabupaten Bangka. Kita tahu ada beberapa rumah sakit juga yang berhubungan dengan kita untuk pemenuhan darah yang ada," ungkapnya.

Ketua PMI Babel, Abdul Fatah mengajak untuk bergerak bersama menyikapi perubahaan iklim dunia, dan di Babel akan menghadapi kemarau panjang dengan musim kering dan panas yang luar biasa. "PMI segera menyiagakan posko sehingga bisa menjangkau setiap daerah apabila terjadi suatu hal," ujarnya.

Lebih lanjut, PMI juga diminta untuk bersama-sama pemerintah melakukan kegiatan-kegiatan seperti penanaman pohon untuk menjaga iklim. "Oleh karena itu, kita harus bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga iklim," jelasnya.

Kemudian perlu juga dilakukan kegiatan sosialisasi tanggap bencana kepada siswa-siswa di sekolah melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). "Dengan begitu, anak-anak sekolah bisa diberikan bekal dan dasar-dasar apabila sewaktu-waktu terjadi bencana," ujarnya. (u2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.